'Nyanyian penis' kumbang air

Terbaru  30 Juni 2011 - 16:48 WIB
Micronecta scholtzi

Kumbang air Micronecta scholtzi meski ukurannya kecil suaranya sangat keras

Kumbang air merupakan hewan bersuara paling keras di muka bumi dibandingkan dengan ukuran badannya.

Kalangan ilmuwan dari Prancis dan Skotlandia merekam hewan air Micronecta scholtzi itu "bernyanyi" sampai 99,2 desibel. Tingkat ini sama dengan mendengarkan orkestra yang keras di barisan depan.

Serangga ini membuat suara dengan menggosokkan penisnya kepada perutnya dalam proses yang disebut "stridulation" atau komunikasi suara.

Peneliti mengatakan lagu itu merupakan cara untuk menarik perhatian pasangannya.

Micronecta scholtzi merupakan serangga air dengan besarnya 2mm, umumnya terdapat di Eropa.

Dalam studi yang diterbitkan jurnal PLoS One, ilmuwan menemukan bahwa hewan kecil ini mengeluarkan suara yang luar biasa kerasnya.

Tim ahli biologi dan pakar lainnya merekam serangga itu menggunakan mikrofon khusus bawah air.

Di bawah air

Rata-rata nyanyian Micronecta scholtzi ini mencapai 78,9 desibel sebanding dengan suara ketika kereta barang lewat.

"Kami sangat terkejut. Pertama-tama kami kira suara itu datang dari spesies air yang lebih besar seperti Sigara," kata pakar teknik Dr James Windmill dari University of Strathclyde, Glasgow.

"Ketika kami mengidentifikasi tanpa ragu lagi sumbernya, kami menghabiskan banyak waktu untuk meyakinkan bahwa alat perekam bekerja dengan benar," katanya.

Dr Windmill menjelaskan, alasan suara serangga itu tidak memekakkan telinga kita karena dia hidup di bawah air.

Sekitar 99% suara hilang ketika ditransfer dari air ke udara, namun demikian suaranya masih cukup keras untuk didengar telinga manusia.

"Lagunya begitu keras sehingga seseorang yang berjalan di sepanjang jalur sungai dapat mendengar mahluk kecil ini bernyanyi dari dasar sungai," lanjut Dr Windmill.

Sebagian besar hewan yang bersuara keras di muka bumi badannya juga besar seperti ikan paus biru yang mencapai 188 desibel dan gajah mencapai 117 desibel.

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.