Simpanse bisa mengenal suara sintetis

Terbaru  7 Juli 2011 - 22:39 WIB

Seekor simpanse cerdas yang bernama Panzee bisa mengenali kata-kata yang terputus-putus dan tak lengkap, yang diucapkan oleh komputer. Demikian temuan para ilmuwan.

Panzee yang dibesarkan sejak usia 8 hari

Panzee dibesarkan para peneliti sejak usia 8 hari dan membuat dia cerdas

Ini menunjukkan bahwa kera besar mungkin lebih mampu memahami suara yang diucapkan daripada dugaan sebelumnya, dan bahwa nenek-moyang bersama manusia dan simpanse kemungkinan juga memiliki kemampuan ini.

Temuan ini juga menggugat pendapat bahwa manusia memiliki otak yang secara unik terbentuk untuk mengolah percakapan, kata para ilmuwan yang menerbitkan temuan-temuan mereka di jurnal Current Biology.

Panzee dibesarkan dari usia 8 hari oleh manusia, dan diajak bicara serta diperlakukan seperti manusia. Pada saat yang sama, dia diajarkan untuk menggunakan lambang-lambang yang disebut lexigram untuk berkomunikasi.

"Hasilnya, Panzee memperlihatkan kemampuan dalam memahami sekitar 130 kata Inggris," kara periset, Lisa Heimbauer kepda BBB Nature.

Ini membuat simpanse betina itu cocok menjadi makhluk yang cocok untuk menguji hipotesis tentang sejauh mana spesies-spesies lain, bukan manusia, mungkin bisa memahani pembicaraan.

"Hasilnya, Panzee memperlihatkan kemampuan dalam memahami sekitar 130 kata Inggris."

Lisa Heimbauer

"Ada pandagan mengebai kemampuan manusia untuk menghasilkan dan mememahami percakapan yang disebut 'Speech in Special'," kata Heimbauer yang sedang menyesuaikan dengan untuk PhD-nya.

Cukup pengalaman

"Argumen ini mengatakan bahwa meskipun manusia manusia adalah satu-satunya spesies yang mampu berbicara karena anatominya, mereka juga memiliki modul khusus dan kognitif untuk mengolah kata-kta."

Bukti untuk itu muncul dari penelitian yang memperlihatkan bahwa manusia bisa memahami kata-kata meskipun tidak lengkap atau terputus-putus.

Jadi Heimbauer dan para koleganya Michael Beran dan Michael Owren, keduanya dari Georgia State University di Atlanta, AS, menguji Panzee untuk mengetahui apakah dia juga bisa mengenali kata-kata yang tak lengkap atau terputus-putus.

Mereka memutarkan suara bicara yang terganggu di depan Panzee, yang mengubah frekuensi kata-kata yang diucapkan. Hal ini menghasilkan suara yang sama dengan apa yang didengar oleh orang-orang yang memakai alat bantu dengar.

Mereka juga memperdengarkan kepada Panzee apa yang disebut suara gelombang sinus, yang disintesiskan dari hanya tiga nada murni.

Simpanse biasa bermakin komputer

Simpanse bisa juga dilatih bermain komputer

Kedua jenis suara bicara yang berkualitas rendah itu bisa dipaham oleh manusia.

"Dia hanya satu diantara beberapa hewan yang bisa diuji seperti ini, untuk mengungkapkan bagaimana kemampuan simpanse biasa atau nenek-moyang manusia," kata Heimbauer.

Para periset mendapati bahwa Panzee mengenali kata-kata yang terputus ini jauh lebih sering dari yang bisa dilakukan secara kebetulan.

Cara dia dibesarkan, kata para ilmuwan, tampaknya memberikan cukupan pengalaman untuk mendengar dan memahami kata-kata yang terputus, yang memungkinkan dia mengenali kata-kata tersebut ketika diganggu.

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.