Cuaca mungkin gagalkan peluncuran Atlantis

Pesawat ulang-alik Atlantis Hak atas foto AP
Image caption Peluncuran Atlantis diperkirakan ditunggu setengah hingga 2/3 juta penonton

Nasa memasuki tahapan final persiapan misi pesawat luar angkasa ulang-alik terakhirnya, namun dengan terus memantau langit Florida.

Cuaca di sekitar Space Coast sangat buruk Kamis (07/07) dimana hujan angin membasahi landasan orbit pesawat Atlantis.

Sebuah guntur besar menghantam tanah ditengah cuaca tersebut.

Para ahli cuaca mengatakan kondisi ini tidak akan mendukung peluncuran Atlantis seperti jadwal semula pada pukul 11.26 Jumat (08/07) waktu setempat.

"Untuk peluncuran persoalan utama kami adalah masih derasnya hujan dan petir di wilayah ini, jadi kemungkinannya masih 70% apakah peluncuran akan dilarang atau dilangsungkan," kata ahli cuaca misi ulang-alik ini, Kathy Winters.

Perkiraan semacam ini menimbulkan kekhawatiran bagi ratusan ribu orang yang sudah berharap akan mendatangi lokasi sekitar Cape Canaveral untuk nonton peluncuran pesawat tersebut.

Perjalanan mereka bisa jadi sia-sia. Manajer peluncuran pesawat Nasa sangat memperhitungkan faktor kedatangan ratusan ribu orang ini terhadap kemampuan para awak untuk melakukan tugasnya.

Jika rencana peluncuran hari Jumat ditunda, kemungkinan jadwal peluncuran alternatif baru akan dibuat Minggu.

"Kalau kami ikuti skenario dimana jadwal batal pada saat terakhir, maka kami mungkin harus memberi jeda 48 jam pada awak pekerja supaya mereka punya waktu cukup untuk pulang dan istirahat," kata Jeff Spaulding, Direktur tes Nasa.

"Dengan jumlah [penonton] sedemikian besar -antara setengah sampai tiga perempat juta orang di sekitar wilayah ini- pulang ke rumah (bagi awak) akan merupakan upaya yang sulit."

Hak atas foto Reuters
Image caption Peminat setia peluncuran pesawat luar angkasa sudah beberapa hari berkemah di lokasi

Sempat astronot akan menaiki Atlantis menuju orbitnya yakni Komandan Chris Ferguson, Pilot Doug Hurley, serta Specialis dalam misi ini Sandy Magnus dan Rex Walheim.

Tugas utama yang diemban para awak dalam peluncuran selama 12 hari ini adalah untuk mengirim lebih dari 3,5 ton pasokan bahan baku ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Sepertiga dari pasokan tersebut adalah makanan yang akan menjamin ketersediaan bahan pangan bagi para penghuni stasiun selama setahun.

Peluncuran Jumat ini akan menjadi kali ke-135 dan terakhir dalam program orbit Atlantis selama 30 tahun ini.

Nasa berkeinginan untuk mengistirahatkan pesawat ulang-aliknya karena peralatan ini dianggap terlalu mahal pemeliharaannya.

Lembaga itu meyakini cara yang lebih murah untuk memberangkatkan astronot menuju ISS adalah dengan menumpang pada pesawat yang dikelola perusahaan swasta.

Pesawat luar angkasa komersial pertama diharapkan sudah memberikan layanannya pada pertengahan dekade ini.

Berita terkait