KFC hentikan operasi di Fiji karena masalah adonan

KFC di Cina
Image caption KFC mengatakan penjualan makanan cepat saji itu mengalami penurunan di Fiji

Jaringan makanan cepat saji Kentucky Fried Chicken, KFC, menghentikan operasi di Fiji karena sengketa soal impor bahan bumbu ayam goreng itu.

Perusahaan multinasional itu mengatakan pemerintah militer Fiji tidak mengijinkan impor rempah-rempah, susu, dan telur.

Para pejabat Fiji mengatakan dua kartun telur dan susu tertunda pengirimannya karena KFC perlu memberikan dokumentasi resmi.

Mereka menuduh perusahaan itu membesar-besarkan sengketa dan bahwa KFC menarik diri karena operasi mereka bangkrut.

Menteri Pertanian Kolonel Mason Smith mengatakan perusahaan itu menggunakan taktik pemasaran tersendiri.

"Masalahnya ada pada KFC untuk memberikan kami sertifikat, itu saja yang kami minta," katanya.

Membantah KFC

KFC mengatakan pemerintah militer menghentikan impor rempah-rempah, susu, dan telur akhir tahun lalu.

Perusahaan yang memiliki tiga gerai di Fiji mengatakan masalah impor dan juga naiknya harga bahan pengan menyulitkan mereka mendapatkan keuntungan.

Namun Elvis Silvestrini, dari badan keamanan bio Fiji (BAF), menyanggah pernyataan KFC itu.

"Faktanya adalah BAF hanya sementara waktu menahan bahan adonan susu dan telur karena KFC tidak memiliki dokumentasi yang diperlukan," katanya seperti dikutip surat kabar pemeritnah Fiji Times.

"Kami menunggu sertifikat veteriner sejak awal Mei (2011). Karena sertifikat tidak diberikan, kami tidak bisa mengeluarkan kartun berisi bahan adonan itu."

Berita terkait