Mumbai kekurangan pendeta Hindu

Terbaru  8 Agustus 2011 - 19:06 WIB
mumbai

Anak-anak Mumbai mengikuti kursus kilat kependetaan

Penyelenggara Ganesh Utsav atau 10 hari pemujaan dewa gajah Ganesha dalam tradisi India di Mumbai melakukan kursus kilat ratusan remaja untuk menjadi pendeta.

Ganesh Utsav merupakan perayaan keagamaan terbesar untuk Mumbai.

Upaya ini terpaksa ditempuh karena kota itu kekurangan pendeta untuk memimpin upacara di lebih 12.000 tempat di kota itu maupun juga rumah-rumah pribadi.

Berdasar perkiraan hanya ada sekitar 3.500 pendeta di Mumbai padahal diperlukan setidaknya delapan kali lipat jumlah itu.

Untuk tahun ini ada sekitar 700 remaja mengikuti kursus kilat. Yang menarik adalah pengikut kursus didominasi oleh perempuan.

''Saya tahu awal-awal pasti akan ada keengganan untuk menyewa kami karena kami masih muda dan perempuan. Tapi kalau orang sudah tahu kami sebagus mereka pendeta tradisional, mereka akan menggunakan kami,'' kata Nedha yang berusia 15 tahun dengan yakin.

Sementara Manohar yang juga berusia 15 tahun mengaku bisa menghentikan kebiasaan berbohong dengan ikut kursus ini.

''Saya harus menjadi saleh agar bisa diterima mereka yang memerlukan jasa pendeta.''

Penyelenggara festival keagamaan ini juga optimis anak didik mereka akan bisa diterima masyarakat. Apalagi ada dukungan dari pendeta veteran seperti Ganesh Pandey.

''Kalau anak-anak belajar kitab agama yang tersedia dalam bentuk ringkasan dan menjalaninya dengan serius, mereka pasti akan diterima,'' kata Pandey.

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.