Kapal Rainbow Warrior pensiun

Hak atas foto 1
Image caption Setelah 22 tahun bertugas, Rainbow Warrior II akhirnya pensiun.

Setelah 22 tahun mengarungi samudra di seluruh dunia dalam berbagai kampanye lingkungan, kapal Rainbow Warrior yang legendaris milik Greenpeace akhirnya pensiun.

Pensiunnya, Rainbow Warrior dihelat dalam sebuah upacara di Singapura, Selasa (16/8). Selanjutnya, Rainbow Warrior II diserahkan kepada Friendship, LSM yang bermarkas di Bangladesh.

Kapal ini akan diberi nama baru, Rongdhonu, yang dalam bahasa Bangladesh berarti pelangi. Nantinya kapal ini akan berfungsi sebagai rumah sakit terapung dan akan mengarungi pesisir Bangladesh memberikan bantuan medis kepada masyarakat terpencil.

Rhongdonu akan berguna untuk mencapai wilayah-wilayah yang sulit diakses di Bangladesh yang saat ini sudah merasakan dampak buruk perubahan iklim.

Rumah sakit terapung ini akan menyediakan bantuan medis primer, sekunder dan gawat darurat bagi masyarakat yang tidak memiliki akses perawatan kesehatan dasar.

“Tujuan utama Rongdhonu adalah datang dan menyembuhkan. Setelah satu dekade bekerja untuk meningkatkan kesadaran global, Rhongdonu akan membawa bantuan bagi bencana alam dan meringankan penderitaan fisik masyarakat yang tak punya akses kepada pelayanan kesehatan. Friendship percaya bahwa Warrior akan bekerja untuk meringankan penderitaan banyak orang, dalam kehidupan barunya sebagai Rongdhonu,” kata Runa Khan, wakil dari LSM Friendship.

Pembangunan Rainbow Warrior baru, kapal ketiga yang akan mengusung nama ini sudah hampir selesai. Kapal baru ini akan bergabung bersama kapal-kapal Greenpeace lain untuk menandai ulang tahun Greenpeace ke-40, Oktober mendatang.

Diledakkan

Rainbow Warrior II pertama kali berlayar untuk Greenpeace pada 1989 menggantikan Rainbow Warrior pertama yang dibom dan ditenggelamkan agen pemerintah Prancis pada 1985.

Selama lebih dari dua dekade kapal ini selain melakukan kampanye lingkungan, juga mengirim bantuan saat tsunami 2004 di Asia Tenggara, memblokade pengiriman kayu ilegal dari hutan alam dunia, menghalangi percobaan senjata nuklir, perburuan paus, perang dan perubahan iklim.

“Pada suatu masa bumi akan semakin sakit dan jika masa itu tiba orang-orang dari berbagai latar belakang budaya dari seluruh dunia akan berkumpul, orang-orang itu percaya kepada niat baik bukan kata-kata. Mereka akan berjuang untuk menyembuhkan bumi. Mereka akan dikenal sebagai ksatria pelangi,” kata Kapten Rainbow Warrior Mike Fincken, mengutip ramalan sukun Indian Cree, yang menjadi inspirasi nama dari kapal ini.

Sementara itu, Tara Buakamsri, Direktur Kampanye Greenpeace Asia Tenggara mengatakan, Rainbow Warrior telah menjadi wakil dari harapan, memberikan suara bagi bumi yang lemah di seluruh dunia, termasuk Asia Tenggara.

"Rainbow Warrior membuka jalan bagi Greenpeace untuk mendirikan kantor di Asia Tenggara 2000 lalu ketika berlayar untuk "tur Asia bebas racun" di Thailand dan Filipina. Tur tersebut merupakan aksi damai yang kreatif pertama kali di wilayah ini," kata Buakamsri.

"Rainbow Warrior kembali berlayar ke kawasan ini untuk menghadapi berbagai isu lingkungan di setiap perjalanannya. Merangkul masyarakat anti-batubara di Thailand, menghentikan kehancuran hutan di Indonesia dan banyak lagi," tambah dia.

Usai acara penyerahan Rongdhonu, kapal akan bertolak dari Singapura menuju Bangladesh, rencananya akan tiba di Pelabuhan Chittagong pada September 2011.

Berita terkait