Wawancara Jackie Kennedy dibuka untuk umum

Jackie Kennedy Hak atas foto AP
Image caption Jackie meminta wawancara baru boleh diumumkan setelah dia meninggal.

Rekaman wawancara dengan mendiang Jacqueline Kennedy, sekitar empat bulan setelah suaminya dibunuh, kini dibuka untuk umum.

Wawancara sepanjang delapan jam itu memberikan gambaran sekilas tentang pemikiran pribadi ibu negara Amerika Serikat yang paling terkenal itu.

Berlangsung dengan suasana yang santai, percakapan Jackie Kennedy dengan salah seorang staf Gedung Putih, Arthur Schlesinger, dilakukan di rumahnya di Washington home, empat bulan setelah JFK tewas ditembak di Dallas, Texas, tahun 1963.

Dan Jackie -yang meminta wawancara itu baru dibuka untuk umum setelah dia meninggal- memberi pendapat blak-blakan tentang beberapa pemimpin dunia.

Salah satunya adalah komentarnya atas Presiden Sukarno, yang menurut Jackie, doyan perempuan. Jackie mengaku sampai berjuang menahan tawa ketika Presiden Sukarno memperlihatkan koleksi seninya, yang banyak menampilkan perempuan bertelanjang dada.

Sedangkan Perdana Menteri Inggris, Winston Churchill, pada masa 1905-an menurut Jackie sudah agak pikun dan tokoh hak perjuangan hal sipil Amerika Serikat, Martin Luther King, adalah orang yang banyak akal.

Sementara Indra Gandhi, sebelum menjadi perdana menteri, adalah perempuan yang 'pahit dan menakutkan' menurut Jackie.

Rekaman wawancara ini akan dibukukan dengan judul Jacqueline Kennedy: Historic Conversations on Life With John F Kennedy, yang diluncurkan hari ini, Rabu 14 September 20011.

Momen paling dekat

Jackie juga mengenang komentar suaminya atas wakil presiden, Lyndon Johnson, yang sebenarnya tidak terlalu dia sukai sebagai wakilnya namun diperlukan untuk menyeimbangkan wilayah utara dan selatan.

"Jack kadang mengatakan kepada: 'Oh, Tuhan, bisa kau bayangkan apa yang terjadi pada negara ini jika Lyndon menjadi presiden?"' kata Jackie.

Ada juga kenangan tentang momen-momen terdekat bersama suaminya, pada masa krisis Kuba tahun 1962 ketika Amerika Serikat dan Uni Soviet berada di ambang perang nukllir.

Para istri pejabat lain sudah dikirim mengungsi namun ibu negara tidak mau.

"Jika ada yang terjadi, aku akan tetap bersama kau di sini," katanya kepada suaminya.

"Walaupun jika tidak ada ruangan di tempat perlindungan di Gedung Putih. Aku hanya ingin bersama kau dan aku ingin mati bersamamu, juga bersama anak-anak daripada hidup tanpa kau."

Saat wawancara berlangsung putra Kennedy yang berusia tiga tahun, John Kennedy Junior, datang dan dia ditanya apakah dia tahu yang terjadi terhadap ayahnya.

John Kennedy Junior menjawab ayahnya pergi ke surga.

Berita terkait