Asap mobil picu serangan jantung

Terbaru  21 September 2011 - 22:57 WIB
Asap mobil

Asap mobil dapat meningkatkan risiko serangan jantung, enam jam setelah terpajan

Asap mobil dapat memicu serangan jantung dan risiko ini meningkat dalam waktu enam jam setelah orang menghirupnya, menurut pakar kesehatan Inggris.

Para pakar mengatakan dalam Jurnal Medis Inggris bahwa polusi asap ini mempercepat serangan jantung dan bukan penyebab langsung.

Namun asap mobil yang terhirup berulang kali berdampak buruk bagi kesehatan; dan menurut mereka, dapat memperpendek rentang hidup.

Nasehat para pakar adalah hindarilah asap mobil, jangan sampai anda menghirupnya.

Profesor Jeremy Pearson, direktur medis Yayasan Jantung Inggris, yang ikut melakukan penelitian ini mengatakan, "Studi ini menunjukkan risiko anda mengalami serangan jantung meningkat sementara, sekitar enam jam, setelah menghirup asap mobil yang pekat.

Hindari jalanan ramai

"Kami tahu bahwa polusi dapat mengganggu kesehatan jantung, kemungkinan karena dapat "mengentalkan" darah sehingga meningkatkan risiko serangan jantung," kata Pearson.

"Nasehat kami kepada pasien tetap sama- bila anda memang sakit jantung, coba hindarilah tempat-tempat dengan polusi tinggi, seperti jalanan yang ramai kendaraan."

Penelitian itu mempelajari catatan medis hampir 80.000 pasien serangan jantung di Inggris dan Wales dengan juga mencatat data polusi udara.

Hal ini memungkinkan peneliti untuk memperhatikan tingkat polisi udara setiap jam (PM10, ozon, CO, NO2 dan SO2) dan kaitannya dengan gejala serangan jantung.

Polusi udara yang lebih tinggi dikaitkan dengan risiko serangan jantung, enam jam setelah terhirup.

Setelah enam jam, risiko serangan jantung kembali berkurang.

Krishnan Bhaskaran dari London School of Hygiene and Tropical Medicine, yang memimpin penelitian tersebut, mengatakan temuan itu menunjukkan polusi adalah salah satu faktor pemicu serangan jantung.

Berdasarkan perhitungannya, mereka yang terkena polusi asap dalam tingkat menengah akan meningkat risiko serangan sebesar 5%.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.