Sidang kasus kematian Jackson

propofol Hak atas foto Reuters
Image caption Sebotol propofol yang ditemukan di rumah Jackson dijadikan barang bukti

Dokter pribadi Michael Jackson, Conrad Murray tidak mengatakan kepada paramedis bahwa dia telah memberikan propofol, ketika berupaya menyadarkan bintang pop itu.

Keterangan itu disampaikandalam kesaksian petugas paramedis Richard Senneff kepada juri persidangan.

Dr Murray hanya menyebutkan memberi Jackson obat penenang dan tidak menyampaikan kondisi medis Jackson, seperti disampaikan dalam keterangan saksi.

Jaksa menuduh Dr Murray berbohong kepada paramedis mengenai kondisi kesehatan Jackson, dan menyembunyikan pemberian propofol.

Dr Murray dinyatakan tidak bersalah dalam dakwaan melakukan pembunuhan yang tidak disengaja.

Senneff merupakan petugas pertama dari tim paramedis yang memasuki kamar Jackson. Dia mengatakan Dr Murray keliatan sangat gelisah dan berkeringat.

"Saya tahu kami tiba disana sangat, sangat cepat. Ini artinya kami memiliki kesempatan yang bagus untuk memacu jantungnya jika memang dia mengalami (sakit jantung)," kata Senneff.

Tetapi kulit Jackson dingin dan matanya terbuka, yang menunjukan jantungnya telah berhenti lebih dari lima menit, kata paramedis.

Kondisi Jackson

Hak atas foto BBC World Service
Image caption Dr Conrad Murray terancam hukuman empat tahun penjara dan kehilangan ijin praktek.

Paramedis mebatakan dia melakukan observasi selama 42 menit, untuk kembali menyadarkan Jackson, yang kondisinya terlihat tidak sama dengan keterangan Dr. Murray.

Dalam persidangan, Senneff mengatakan Dr Murray mengambil sejumlah barang dekat ranjang Jackson, setelah jenazah dibawa ke ambulans.

Dokter juga menghabiskan waktu sendirian di dalam kamar penyanyi pop itu, sebelum pergi dengan paramedis ke rumah sakit, tambah Senneff.

Dalam pekan pertama persidangan, juri telah mendengarkan sejumlah keterangan dari promotor konser Michael Jackson, koreografer, asisten pribadi dan penjaga keamanan.

Jaksa telah melakukan pengecekan dengan teliti peristiwa setelah Jackson berhenti bernapas, dalam upaya untuk menunjukan bahwa dokter berupaya untuk menyembunyikan pemberian propofol.

Mereka mengklaim, Dr Murray melakukan kelalaian dalam pemberian obat yang mengakibatkan kematian Jackson.

Kuasa hukum Dr Murray mengatakan Jackson mengkonsumsi propofol diatas dosis seharusnya, ketika Dr Murray barada diluar kamar.

Jika terbukti, Dr Murray terancam hukuman empat tahun penjara dan kehilangan ijin prakteknya.

Berita terkait