Ganja kini dilarang di Belanda

cannabis Hak atas foto AP
Image caption Skunk merupakan varietas ganja yang sangat laku dijual kedai kopi di Belanda.

Kedai kopi penjual ganja di Belanda kini akan menghadapi sebuah peraturan baru yang lebih ketat.

Pemerintah Belanda kini telah mengklasifikasikan ganja dengan tingkat tinggi masuk dalam kategori obat-obatan keras.

Dalam peraturan itu disebutkan jumlah kimia aktif di dalam ganja, THC, semakin meningkat, membuatnya jauh lebih keras dari beberapa tahun sebelumnya.

Ini berarti kedai kopi akan dipaksa untuk mengeluarkan ganja varietas tinggi - yang dijual bebas dan populer - dari laci mereka.

Politisi Belanda mengatakan ganja varietas tinggi, yang dikenal dengan nama ''skunk'', sekarang lebih bahaya dari sebelumnya.

Di masa mendatang, apapun yang mengandung lebih dari 15% THC akan diperlakukan sama dengan obat keras, seperti kokain dan ekstasi.

Pengaruh politik kanan

Kebijakan ini merupakan pukulan keras bagi kedai-kedai kopi, karena mereka harus mengganti sekitar 80% persediaan ''skunk'' mereka dengan varietas yang lebih rendah.

Marc Josemans, yang mengelola kedai kopi di Maastricht, mengatakan dia meyakini pendekatan baru yang keras ini didorong oleh pengaruh politisi sayap kanan Belanda yang kini semakin meningkat.

"Anda bisa merasakan perbedaannya. Semua yang dianggap tidak biasa bagi mereka - yang mereka sebut 'hobi kiri' dan dibawah pengaruh mereka, mereka ingin melarang semua 'hobi kiri' itu, seperti menggunakan ganja,'' katanya kepada BBC.

Kebijakan ini juga berarti bahwa toleransi tradisional Belanda terkait penggunaan narkoba menjadi cerita masa lalu.

Larangan bagi ganja varietas tinggi ''skunk'' diperkirakan akan berlaku tahun depan, ketika polisi mulai melakukan razia acak di sejumlah kedai kopi.

Berita terkait