Gugat rumah sakit karena anak tertukar

Terbaru  11 Oktober 2011 - 10:41 WIB

Yuliya Belyaeva bersama Irina yang ternyata bukan anak kandungnya.

Dua keluarga di Rusia asal kota Kopeisk, Pegunungan Ural menggugat sebuah rumah sakit bersalin setempat karena memberi mereka bayi yang salah 12 tahun lalu.

Kenyataan menyedihkan ini baru diketahui setelah mantan suami dari salah satu keluarga itu menolak membiayai anak perempuan mereka.

Laki-laki itu beralasan anak gadisnya sama sekali tidak mirip dirinya.

Setelah dilakukan tes DNA hasilnya menunjukkan bahwa anak perempuan itu memang bukan anak laki-laki tersebut.

Polisi kemudian melacak orang tua asli anak itu yang saat ditemukan juga memiliki anak yang ternyata bukan anak mereka.

Kedua keluarga ini kemudian menuntut rumah sakit membayar ganti rugi sebesar US$158.000 atau hampir Rp1,5 miliar.

Namun, kedua keluarga ini tak bisa mengajukan tuntutan pidana terhadap staf rumah sakit karena kasus ini sudah berlangsung terlalu lama.

Kalung nama salah

Saat Yuliya Belaeva bercerai awal tahun ini, mantan suaminya menolak membayar uang santunan untuk keluarganya.

"Kami melakukan dua kali tes DNA. Keduanya menunjukkan mantan suami saya bukan ayah biologis Irina."

Yuliya Belyaeva

Sang mantan suami tak yakin bahwa putrinya, Irina adalah benar-benar putrinya.

Mendengar alasan sang suami, Yuliya kemudian membawa masalah ini ke pengadilan. Dan hakim kemudian memerintahkan dilakukannya tes DNA untuk mengungkap kebenaran.

"Kami melakukan dua kali tes DNA. Keduanya menunjukkan mantan suami saya bukan ayah biologis Irina," kata Yuliya kepada wartawan BBC di Moskow, Steve Rosenberg.

"Hakim tak mempercayai hal ini. Hakim berkata dia hanya melihat masalah seperti ini di televisi dan tak tahu harus memutuskan apa," tambah Yuliya.

Yuliya kemudian mengingat kembali saat-saat dia melahirkan pada Desember 1998. Dia ingat dalam bangsal yang sama ada seorang perempuan lain yang juga akan melahirkan.

Yuliya menyadari 12 tahun lalu sebuah kesalahan fatal terjadi. Rumah sakit salah memberi kalung nama untuk bayi yang baru lahir.

"Saya membuat fotokopi hasil tes DNA dan langsung menuju ke kantor jaksa. Di sana saya memasukkan tuntutan resmi karena rumah sakit memberi saya bayi yang salah," ujar Yuliya.

Anak-anak terkejut

Anya dibesarkan sebuah keluarga keturunan Tajik sehingga menyerap budaya Islam.

Fakta ini membuat polisi bergerak untuk mencari orang tua kandung Irina. Dan mereka menemukannya di kota lain.

Yuliya Belyaeva yakin anak yang dibesarkan keluarga di kota tetangga itu adalah anaknya yang tertukar 12 tahun lalu.

"Putri mereka, Anya, berambut pirang dan sangat mirip dengan saya dan mantan suami saya. Sementara putri kami berkulit gelap, berambut hitam dan terlihat seperti ayah keluarga itu yang keturunan Tajik. Dan Irina mirip dengan dia," kata Yuliya sangat yakin.

Kenyataan itu, lanjut Yuliya, membuat seluruh kehidupannya berubah.

"Awalnya saya kira, Irina agak mirip dengan ibu mertua saya. Dia berambut dan bermata hitam juga. Tak pernah terlintas dalam pikiran saya, Irina bukan putri saya. Saya tak habis pikir mengapa para dokter bisa membuat kesalahan seperti ini," lanjut dia.

Jika kenyataan ini membuat para orang tua terkejut, kedua putri yang tertukar itu jauh lebih terkejut.

"Situasi ini sangat buruk untuk kedua anak ini," kata Yuliya.

"Mereka sudah terlanjut dibesarkan oleh orang tua yang selama ini mereka ketahui. Dan selanjutnya mereka tahu mereka ternyata bukan orang tuanya," papar dia.

Kedua anak itu, lanjut Yuliya, tak mau berpisah dengan keluarga yang membesarkan mereka selama ini.

"Irina selalu berkata kepada saya: 'Ibu, jangan biarkan saya pergi!' Dan saya berusaha menenangkannya: 'Tak ada yang berubah. Aku tetap ibumu," kata Yuliya.

"Dan bagi Anya, anak biologis saya, dia juga ingin tetap berada bersama orang tua yang dikenalnya. Dia hanya akan mengunjungi saya secara berkala," ujarnya.

"Keluarga yang membesarkan Anya adalah Muslim. Sehingga dia dibesarkan sebagai Muslim yang secara tradisi sangat berbeda dengan kami. Hal itu membuat situasi semakin sulit," keluh Yuliya.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.