Jepang temukan kapal invasi Mongolia

Nasionalisme Mongolia
Image caption Tentara Mongolia pernah menjadi yang paling berhasil di dunia.

Para peneliti di Jepang mengatakan peninggalan kapal dari invasi Mongolia ke Jepang merupakan momen penting bagi sejarah Jepang.

Temuan lambung kapal Mongolia yang masih utuh dari abad 13 itu dilihat sebagai bukti dari kegagalan invasi Mongolia di Jepang.

Tentara darat Mongolia pernah menjadi pasukan yang paling berhasil dalam sejarah dunia.

Para penunggang kuda yang membawa panah berhasil mengalahkan musuh-musuhnya dari Korea hingga Hungaria dan membangun Kekaisaran Asia Eropa hanya dalam waktu beberapa dekade.

Namun mereka menemukan lawan yang sebanding di Jepang, pada masa-masa puncak tentara Mongolia tahun 1281.

Dan lambung kapal yang ditemukan di Pulai Kyushu menjadi petunjuk dari hal yang terjadi pada saat tersebut.

Para peneliti Jepang yang menggunakan teknologi ultrasonik menemukan bagian lunas, atau dasar perahu, sepanjang dua belas meter dari kapal Mongolia yang tertimbun di bawah pasir.

Sejumlah bebatuan dan senjata masih ditemukan di dalam kapal.

Bukan ahli laut

Hak atas foto Getty
Image caption Di bawah Genghis Khan, Mongolia melakukan invasi ke kawasan Asia dan Eropa.

Jepang selalu mengklaim kemenangan atas armada Mongolia dalam dua upaya invasi.

Mereka berhasil menghancurkan armada Mongolia dengan aksi kamikaze -yang secara luas bisa diartikan sebagai bunuh diri untuk menjaga kehormatan diri. Dan kamikaze juga digunakan dalam perang dunia kedua saat menyerang kapal-kapal tempur Amerika Serikat di Pearl Harbour.

Di balik penafsiran kemenangan perang tersebut, para peneliti Jepang mengatakan temuan dari kapal yang nyaris masih utuh itu merupakan keajaiban karena bisa bertahan sampai ribuan tahun.

Sebelumnya hanya sebagian kecil peninggalan kapal Mongolia yang bisa ditemukan. Struktur kapal Mongolia yang ditemukan di Jepang mirip dengan kapal-kapal Cina pada masa yang sama.

Sebagai bangsa yang nomaden, Mongolia tidak punya pengalaman di laut dan menggunakan warga Cina dan Korea -yang sudah mereka kalahkan- untuk membangun armada lautnya.

Para ahli sejarah berpendapat sebenarnya tentara darat Mongolia mencapai keberhasilan juga saat melawan Jepang, namun kehilangan dukungan ketika kapal-kapal mereka dihancurkan.