India secara simbolis sambut bayi ketujuh miliar

Bayi ketujuh miliar

Bayi Nargis Hak atas foto Getty
Image caption Bayi Nargis digendong ibunya Vinita, 23 jam setelah dilahirkan di desa Mall

Badan amal dunia untuk anak-anak, Plan International, memilih bayi yang lahir di India utara sebagai anak simbolis yang ketujuh miliar.

Bayi Nargis adalah anak petani di kawasan pedesaan di Uttar Pradesh.

PBB memperkirakan bayi yang ketujuh miliar lahir pada hari Senin 31 Oktober di suatu tempat.

Sejumlah negara menyelenggarakan acara khusus termasuk di Filipina yang menetapkan secara simbolis bayi yang ketujuh miliar di rumah sakit Manila.

Acara yang diselenggarakan termasuk konser musik di Vietnam dan kontes nyanyi di Zambia.

Bayi Nargis di India lahir pada pukul 07:25 pagi waktu setempat di desa Mall di Uttar Pradesh.

Plan International mengatakan Nargis dipilih secara simbolis karena tidak mungkin untuk mengetahui dimana pastinya bayi yang ketujuh miliar dilahirkan.

Setiap menit, 51 bayi lahir di India, 11 di antara mereka di negara bagian paling padat, Uttar Pradesh.

Bayi perempuan itu dipilih antara lain untuk mengangkat perhatian soal hak perempuan di India.

Plan International mengatakan rasio jenis kelamin sangat timpang di India dan ratusan ribu kasus aborsi janin perempuan terjadi setiap tahun.

Aborsi sebenarnya masalah ilegal di India namun penggunaan ultrasound untuk melihat jenis kelamin bayi menyulitkan langkah untuk meredam aborsi.

Tujuh miliar

Hak atas foto Reuters
Image caption Bayi-bayi yang baru lahir di rumah sakit di Cina

PBB menyebutkan bahwa bayi yang menjadi warga dunia yang ketujuh miliar akan lahir pada Senin, 31 Oktober 2011.

Dalam laporan yang berjudul Kondisi Populasi Dunia 2011, jumlah penduduk dunia yang mencapai tujuh miliar itu dinyatakan bukan lagi sekedar krisis saja tapi juga sebagai momen untuk bertindak.

Laporan tersebut -yang diumumkan beberapa hari menjelang lahirnya warga yang ketujuh miliar itu- menyerukan perubahan fokus dalam mengendalikan jumlah penduduk dunia.

"Jumlah penduduk dunia akan terus bertambah dan kita bisa mempersiapkan diri untuk itu," kata editor laporan tersebut, Richard Kollodge.

"Kita bisa menjamin sebanyak mungkin orang sehat dan sebanyak mungkin orang mendapat akses ke pendidikan."

Di balik pertumbuhan jumlah penduduk dunia, ada sejumlah kemajuan yang menurut PBB perlu disambut dengan gembira, seperti meningkatnya tingkat harapan hidup maupun menurunnya tingkat kelahiran.

Tingkat harapan hidup rata-rata saat ini 68 tahun, meningkat dari 48 tahun pada masa 1950-an sementara tingkat kelahiran turun sampai setengal lebih, dari enam menjadi dua setengah.

Perbaikan lain yang dicapai adalah adalah probalitas kematian anak pada saat lahir menurun karena perbaikan sarana kesehatan.

Bagaimanapun risiko ledakan penduduk tetap membayang-bayangi dunia masa depan, dengan jumlah penduduk mencapai 10 miliar pada tahun 2100.

Dunia juga masih menghadapi tantangan berupa kekurangan air dan masih terdapatnya ketimpangan yang amat besar antara negara-negara dunia dalam akses terhadap pangan, air, dan perumahan, dan lapangan kerja.

Berdasarkan laporan kependudukan PBB terbaru ini, sebanyak 200 juta perempuan belum memiliki akses terhadap keluarga berencana dan menyerukan agar pendidikan reproduksi di kalangan perempuan muda ditingkatkan.

"Pendidikan seks bisa berdampak pada penundaan usia hubungan seksual dan meningkatkan penggunaan metode kontrasepsi maupun kondom," tutur Gabriela Rivera dari Badan Kependudukan PBB perwakilan Meksiko.

Tantangan lainnya adalah peningkatan tingkat harapan hidup telah menyebabkan peningkatan kaum manula, yang berarti diperlukan layanan atas kaum manula yang lebih baik.

Grafik penduduk dunia

Hak atas foto BBC World Service

Simulasi diri Anda

Masukkan tanggal lahir Anda ke dalam kolom untuk melihat Anda penduduk ke berapa di dunia.

Untuk melakukan simulasi penduduk dunia, klik di sini (instruksi dan hasil dalam Bahasa Inggris).

Berita terkait