Nabi Muhammad 'pemred' majalah Prancis

Terbaru  1 November 2011 - 22:22 WIB
Edisi terbaru 2 November 2011 Charlie Hebdo

Majalah ini dinyatakan tidak bersalah setelah menerbitkan karikatur Nabi Muhamad tahun 2006

Majalah satir Prancis Charlie Hebdo mengangkat Nabi Muhammad sebagai "pemimpin redaksi" untuk terbitan terbaru guna menandai kemenangan Partai Islamis Ennahda di Tunisia.

Majalah itu akan diganti nama menjadi Sharia Hebdo, kata majalah mingguan itu dalam satu pernyataan.

Pemimpin redaksi dan sekaligus karikaturis majalah ini Charb mengatakan langkah ini tidak ditujukan sebagai provokasi.

Ennahda meraih sebagian besar suara dalam pemilihan umum Tunisia Oktober lalu dan mencoba membentu pemerintahan koalisi.

"Untuk merayakan kemenangan Partai Islamis Ennahda di Tunisia... Charlie Hebdo mengangkat Muhammad sebagai pemimpin redaksi dalam edisi mendatang," kata majalah itu dalam satu pernyataan.

"Nabi tidak perlu diminta dua kali dan kami berterimakasih," kata pernyataan itu.

Sampul majalah itu untuk edisi berikutnya akan keluar hari Rabu (02/11) dan menunjukkan Nabi Muhammad yang mengatakan "100 cambukan bila Anda tidak tertawa."

Pemred sebelumnya dibebaskan

"Untuk merayakan kemenangan Partai Islamis Ennahda di Tunisia... Charlie Hebdo mengangkat Muhammad sebagai pemimpin redaksi"

Charlie Hebdo

Artikel majalah juga akan mencakup tajuk rencana oleh Nabi berjudul Minuman Pembuka Halal dan halaman tambahan untuk perempuan yang disebut Ibu Shariah.

Charb mengatakan kepada kantor berita AFP, "Kami tidak merasa menimbulkan provokasi. Kami hanya melakukan tugas kami seperti biasa."

"Perbedaannya adalah minggu ini (Nabi) Muhammad kami jadikan sampul majalah dan sangat jarang untuk menempatkannya di depan."

Ennahda berjanji untuk bekerjasama dengan partai liberal Tunisia lain dan menghargai upaya persamaan gender.

Pada tahun 2007, pemimpin redaksi majalah itu dibebaskan atas dakwaan menghina umat Islam karena menerbitkan karikatur Nabi Muhammad yang sebelumnya tampil di surat kabar Denmark dua tahun sebelumnya.

Reaksi dari dunia Muslim terus memanas pada bulan Januari dan Februari 2006 dan menjadi protes yang diwarnai kekerasan.

Karikaturis Denmark Kurt Westergaard yang menggambar 12 wajah Nabi Muhammad tahun 2005 di harian Denmark Jyllands-Posten, menjadi sasaran sejumlah kelompok yang menganggap gambar-gambar itu penghinaan.

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.