Radioaktif di lahan pertanian Jepang

Protes di Jepang Hak atas foto AP
Image caption September lalu, puluhan ribu orang protes menuntut agar pemerintah menghentikan energi nuklir.

Penelitian baru menunjukkan bahan radioaktif di sejumlah tempat di timur laut Jepang melebihi level yang dianggap aman untuk areal pertanian.

Temuan itu merupakan estimasi pertama terkait kontaminasi di Jepang menyusul bencana nuklir Fukushima.

Produksi makanan kemungkinan terganggu menyusul laporan itu, menurut para peneliti.

Hasil penelitian itu dilaporkan dalam jurnal Akademi Sains Nasional Jepang (PNAS).

Pembangkit nuklir Fukushima rusak menyusul gempa dan tsunami yang terjadi Maret lalu dan menyebabkan isotop radioaktif terbang ke seluruh Jepang dan juga di kawasan pesisir.

Penelitian atas sayuran dan daging dilakukan setelah sejumlah pihak menyatakan kekhawatiran bahwa lahan pertanian termasuk yang terkena kontaminasi.

Panen yang terkontaminasi

Penelitian terkahir ini dilakukan oleh tim ilmuwan internasional.

Teppei Yasunari dari Asosiasi Universitas Penelitian Ruang Angkasa di Maryland, Amerika Serikat dan para mitranya mengukur elemen radioaktif caesium-137 di tanah dan rumput di semua lokasi di Jepang.

Hasil ini dipadukan dengan hasil simulasi berdasarkan pola cuaca menyusul rusaknya PLTN Fukushima.

Para peneliti menemukan di kawasan timur Fukushina, elemen radioaktif melampaui batas resmi yang ditetapkan untuk lahan pertanian.

Berdasarkan undang-undang sanitasi pangan Jepang, 5.000 becquerel per kg (Bq/kg) caesium dianggap aman di tanah.

Caesium-137 terdiri atas setengah dari total bahan radioaktif dan karena itu ambang batas normal adalah 2.500 Bq/kg.

Para peneliti memperkirakan level caesium-137 di dekat pembangkit nuklir berada pada tingkat delapan kali lebih besar dari batas aman, sementara kawasan sekitar hanya sedikit di bawah level normal.

Produksi pangan di kawasan yang terkontaminasi diperkirakan akan sangat terganggu sementara kawasan di seputar seperti Iwate, Miyagi, Yamagata, Niigata, dan Chiba juga akan terpengaruh.

Para peneliti mendesak pemerintah Jepang untuk melakukan penelitian menyeluruh terkait kontaminasi radioaktif di seluruh Jepang sebelum menentukan rencana dekontaminasi.

Penelitian kedua, yang juga diterbitkan di jurnal PNAS, berdasarkan sampel tanah dari kawasan sekitar 70 kilometer dari PLTN Fukushima juga menemukan kandungan tinggi caesium-137 di seputar Fukushima.

Berita terkait