Lima harimau langka tertangkap kamera di Sumatra

Terbaru  16 November 2011 - 17:41 WIB
Harimau Sumatra

Harimau Sumatra termasuk salah satu dari lima spesies yang tertangkap kamera WWF.

Lima dari tujuh spesies harimau langka tertangkap kamera di hutan Bukit Tigapuluh, kawasan yang mengalami kerusakan cepat di Sumatra, kata organisasi lingkungan WWF Indonesia.

WWF Indonesia menyatakan lima dari tujuh spesies harimau langka itu tertangkap dalam survei yang dilakukan baru-baru ini.

Organisasi ini mendesak pemerintah dan perusahaan-perusahaan kayu untuk mengambil tindakan menyelamatkan kawasan tersebut.

Spesies yang tertangkap kamera itu adalah harimau Sumatra, macan dahan, kucing emas, kucing batu, dan kucing congkok.

"Empat spesies ini dilindungi oleh pemerintah Indonesia dan termasuk dalam daftar hewan yang terancam punah," kata Karmila Parakkasi, Koordinator Tim Penelitian Harimau, WWF Indonesia.

"Temuan ini menunjukkan keanekaragaman hayati kawasan Bukit Tigapuluh dan koridor hutan di sekeliling," kata Parakkasi.

"Foto-foto ini mengingatkan kita seberapa banyak yang bisa hilang bila kawasan hutan yang rentan ini punah karena industri kayu, perkebunan, dan penebangan liar," tambahnya.

Izin konsesi perusahaan

"Bukti yang kami temukan terkait lima spesies harimau ini menunjukkan izin konsesi sejumlah perusahaan yang beroperasi di kawasan ini termasuk Barito Pacific, harus ditinjau ulang"

Aditya Bayunanda

Selama survei koridor hutan tahun ini, kamara WWF menghasilkan 404 foto harimau liar termasuk 226 harimau Sumatra, 77 macan dahan, 70 kucing emas, empat kucing batu, dan 27 macan dahan.

Bulan Mei lalu, WWF Indonesia meluncurkan video tiga harimau kecil yang tengah bermain mengejar daun.

Video ini juga diambil di kawasan yang sama.

"Sebagian besar hutan alam ini terancam pembukaan lahan untuk industri perkayuan dan kertas, serta pembukaan lahan secara liar untuk perkebunan sawit," kata Aditya Bayunanda, Koordinator Jaringan Hutan WWF Indonesia.

"Bukti yang kami temukan terkait lima spesies harimau ini menunjukkan izin konsesi sejumlah perusahaan yang beroperasi di kawasan ini termasuk Barito Pacific, harus ditinjau ulang dan disesuaikan dengan peraturan Kementrian Kehutanan," kata Aditya.

"Peraturan Kementerian Kehutanan P3 2008 termasuk melindungi kawasan yang merupakan habitat spesies yang dilindungi," tambahnya.

Berdasarkan survei WWF tahun ini, habitat harimau di Sumatra terdapat di Bukit Tigapuluh, Tesso Nilo, dan juga koridor hutan antara Rimbang Baling dan Bukit Tigapuluh.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.