Kebijakan satu anak diperlunak di Provinsi Henan

Terbaru  26 November 2011 - 22:23 WIB
Penduduk Cina

Kebijakan satu anak di Cina ditempuh awal 1989-an untuk mengendalikan ledakan penduduk.

Salah satu provinsi Cina yang memiliki jumlah penduduk terbanyak melonggarkan penerapan kebijakan satu anak.

Provinsi Henan yang relatif miskin merupakan salah satu sumber bagi jutaan pekerja migran yang membanjiri Shanghai dan kota-kota industri lain di wilayah Cina Selatan.

Mulai saat ini, keluarga yang tinggal di kawasan pedesaan di Henan yang memiliki seorang anak perempuan diizinkan untuk berupaya memiliki anak kedua, dengan kemungkinan anak laki-laki, seperti dilaporkan wartawan BBC, Charles Scanlon.

Sedangkan pasangan yang masing-masing merupakan anak tunggal diperkenankan untuk memiliki dua anak.

Bagaimanapun pemerintah provinsi masih menawarkan insentif kepada keluarga yang tetap membatasi satu anak dengan pemberian uang tunai serta akses yang lebih besar terhadap kepemilikan tanah dan lapangan kerja.

Sebelumnya kebijakan satu anak diterapkan dengan memberikan sanksi bagi keluarga yang memiliki lebih dari satu anak, baik berupa denda maupun dipersulit mendaftarkan anak ke sekolah.

Dengan penduduk 90 juta lebih, Henan merupakan provinsi yang terakhir yang melunakkan pembatasan satu anak dalam satu keluarga, yang diterapkan pada awal 1980-an untuk mengendalikan ledakan penduduk di Cina.

Perubahan kebijakan ini ditempuh berkaitan dengan semakin banyaknya jumla manusia lanjut usia, yang diakibatkan oleh makin meningkatnya kesejahteraan di Cina.

Dengan semakin banyak manula, diperlukan pula dukungan dari kaum muda yang produktif di masa depan.

Sejumlah provinsi lain di Cina sudah lebih dulu melonggarkan penerapan kebijakan satu anak.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.