Imigran korban kapal tenggelam akan ditahan

Terbaru  20 Desember 2011 - 17:18 WIB
Korban kapal tenggelam

Pencari suaka akan segera berstatus tahanan imigrasi di Rumah Detensi Imigrasi Surabaya.

Tiga puluh empat imigran pencari suaka yang diselamatkan dari laut Jawa setelah kapal mereka karam akan segera berstatus tahanan imigrasi.

"Mereka akan segera kita alihkan ke Rumah Detensi Imigrasi Surabaya, kemungkinan besok (Rabu 21/12)," kata Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Blitar, Iwan Suwanda.

Para korban, termasuk dua anak-anak berusia delapan dan empat tahun, saat ini masih diinapkan di sebuah hotel di Blitar dengan akomodasi ditanggung oleh perwakilan Organisasi Migran Internasional (IOM) Surabaya.

Dalam pemeriksaan awal, para korban mereka mengaku berasal dari Iran, Pakistan dan Afganistan. Seorang pencari suaka asal Afghanistan yang mengaku bernama Sultan Ali Asari, menjadi juru bicara bagi para imigran lain karena mampu sedikit berbahasa Indonesia.

"Dia mengaku sudah tinggal sekitar setahun di Cisarua, Bogor," tambah Iwan.

Dari pengakuan Sultan, Imigrasi mendapat keterangan bahwa sebagian pencari suaka sudah berada di Indonesia selama beberapa waktu sebelum akhirnya diberangkatkan dengan kapal dengan janji menuju Australia.

"Ada lagi yang warga Iran, mengaku sudah di Jakarta tiga bulan sebelum diberangkatkan,"kata Iwan.

Dari pengakuan korban didapat pula keterangan bahwa sebagian telah mengantongi nomor registrasi pengungsi dari UNHCR dan memiliki dokumen lengkap pencari suaka, namun hilang akibat kecelakaan di laut Sabtu lalu.

"Tapi kita belum tahu bagaimana yang sebenarnya karena kan kita belum verifikasi juga pada UNHCR," tambah Iwan.

'Mengherankan'

Pemeriksaan sementara terhadap para korban di Blitar juga menunjukkan terdapat dua keterangan berbeda terkait bagaimana para korban diberangkatkan ke Pulau Christmas, Australia.

"Pertama ada yang mengatakan mereka berangkat dari satu pantai di Jawa Barat, tetapi ada juga yang mengatakan mereka masih dibawa naik kendaraan sejauh 24 jam dari Jakarta," kata Iwan.

Muncul harapan akan timbul titik terang setelah dua orang korban berkebangsaan Indonesia ditemukan nelayan sedang terapung di laut dekat pantai Sendang Biru, Malang.

Pencari suaka

Regu pencari belum menemukan seorang korban pun setelah hari ketiga pencarian.

Keduanya ditemukan hampir bersamaan dengan penemuan 13 korban WNA yang kebetulan ditemukan sebuah kapal pengangkut batu bara yang sedang melintas laut jawa dekat Pulau Nusa Barong, Jember.

"Memang dua korban yang di Sendang Biru itu WNI,"kata Ketua SAR Jawa Timur, Sutrisno, yang memimpin upaya pencarian korban.

Namun Sutrisno mengaku tak dapat menjelaskan apakah kedua WNI yang diselamatkan di dekat Malang itu benar-benar awak kapal yang membawa para pencari suaka menuju Australia.

"Karena mereka WNI, langsung kami serahkan kepada kepolisian setempat. Selanjutnya apakah mereka ABK atau bukan, polisi yang menjawab"

Sementara terhadap 13 korban yang ditemukan dekat Nusa Barong, kini diserahkan pada Kantor Imigrasi dan kepolisian Jember. Tujuh korban sakit telah dibawa ke RS Bhayangkara, Lumajang.

Hingga hari ketiga setelah korban pertama ditemukan, tim SAR belum menemukan satu pun korban tewas akibat kecelakaan kapal imigran ini.

Padahal menurut kesaksian sebagian korban selamat, jumlah mereka yang ada di kapal saat itu melebihi 200 orang.

"Itulah yang mengherankan kita. Padahal kalau benar katakanlah ada 150 orang, masak satu atau dua (korban) tidak ada yang muncul ke permukaan,"kata Sutrisno.

Mengantisipasi derasnya ombak dan arus laut Jawa yang tinggi, SAR meluaskan jalur pencarian hingga perbatasan perairan Pacitan, Trenggalek, Jember hingga Banyuwangi.

Pulau-pulau kecil di selatan Jawa, menurut SAR juga sudah dipantau dari udara, namun korban belum ditemukan.

Untuk membantu pencarian, SAR antara lain dilengkapi dengan dua kapal perang milik TNI Angkatan Laut, satu kapal pencari milik Basarnas, serta dua pesawat helikopter milik polisi udara dan SAR.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.