Bayi mempelajari gerakan bibir

Terbaru  17 Januari 2012 - 21:26 WIB
Tatapan bayi

Bayi selama beberapa bulan menatap mulut orang sebelum kembali ke mata.

Sebuah penelitian mengungkapkan bayi menggunakan gerak bibir sebagai alat untuk memahirkan kemampuan berbicara.

Selama ini banyak orang yang terbiasa melihat pandangan bayi yang serius ke mata pengasuhnya.

Penelitian yang dilakukan Universitas Florida Atlantic ini menjelaskan hal yang terjadi di balik tatapan tersebut.

Ketika bayi berusia sekitar enam bulan, bayi mengalihkan pandangan dari mata ke arah mulut sehingga mereka bisa mempelajari kata-kata yang mereka dengar.

Profesor David Lewkowicz -yang memimpin tim peneliti- mengatakan jika tahapan enam bulan sudah lewat, maka bayi lebih banyak membaca gerak bibir.

"Bayi berkonsentrasi pada mulut orang yang berbicara dengan mereka selama beberapa bulan sampai ulang tahun pertama, sekitar 12 bulan, ketika mereka sudah memahirkan dasar suara dari bahasa mereka."

Penyebab autisme?

Setelah mengembangkan kemampuan suara, bayi kemudian kembali melakukan kontak mata.

"Bayi berkonsentrasi pada mulut orang yang berbicara dengan mereka selama beberapa bulan sampai ulang tahun pertama mereka, sekitar 12 bulan, ketika mereka sudah memahirkan dasar suara dari bahasa mereka."

Profesor David Lewkowicz

"Pada saat ini mereka akan melihat lebih banyak ke arah mata karena di situlah banyak informasi sosial tersedia. Di situ bayi bisa mengetahui yang dipikirkan orang, apa yang akan mereka lakukan pada masa mendatang dan seterusnya," tambah Profesor Lewkowicz.

Peralihan dari kontak mata ke gerak bibir dan kembali lagi ke mata membawa makna terjadinya komplikasi serius pada bayi-bayi yang tidak berhasil mengikuti tahapan tersebut, terlepas dari apapun penyebab kegagalan itu.

Salah satu konsekuensinya adalah masalah dalam melakukan komunikasi sosial.

"Jika bayi tidak melakukan peralihan kembali ke mata pada ulang tahun pertamanya, mereka tidak akan mampu berinteraksi sosial secara tepat dengan rekan sosialnya. Dan kita tahu anak-anak yang didiagnosa dengan autisme tetap melihat pada mulut pada usia dua tahun."

Tim peneliti Universitas Florida Atlantic menggunakan sebuah peralatan 'pelacak mata' yang memungkinkan mereka memonitor secara tepat dan terus menerus atas eksperimen pandangan bayi.

Mereka berharap temuan ini bisa membantu untuk menjelaskan penyebab autisme.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.