Uzbekistan batasi perayaan Valentine

Terbaru  14 Februari 2012 - 10:17 WIB
Tashkent , Uzbekistan

Perayaan Hari Valentine menjadi tradisi baru di kalangan anak muda Uzbek.

Pemerintah Uzbekistan membatalkan konser musik pop yang biasa digelar pada Hari Kasih Sayang atau Valentine, untuk mengurangi pengaruh barat terhadap anak muda di negara tersebut.

Selama bertahun-tahun, pasangan di Uzbekistan merayakan Hari Valentine dengan menonton konser musik penyanyi pop terkenal di negara itu, Rayhan.

Tetapi konser tahun ini dibatalkan oleh pemerintah bersama dengan acara yang berkaitan dengan perayaan Valentine lainnya.

Selain membatalkan konser, pemerintah menyodorkan acara 'alternatif' kepada anak-anak muda di negara itu, yaitu mempelajari dan mengapresiasi pahlawan lokal, Kaisar Moghul, Babur yang lahir pada 14 Februari.

Babur, adalah keturunan Jenghis Khan dan pendiri kekaisaran di Asia Selatan dan Tengah. Festival pembacaan puisi akan digelar untuk memperingati hari kelahirannya.

Seorang pejabat dari Menteri Pendidikan mengatakan telah menerbitkan peraturan internal "untuk tidak merayakan hari libur dengan (kegiatan) yang asing bagi budaya kita dan sebagai gantinya yaitu mempromosikan hari kelahiran Babur.

Pejabat yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan surat keputusan telah ditetapkan.

Tidak konsisten

Sikap masyarakat Uzbek terpecah dalam menyikapi langkah tersebut, yang merupakan upaya pemerintah untuk mencegah pengaruh asing.

Abdullaw, penduduk di Tashkent yang menyebut dirinya sebagai intelektual mengatakan pembatalan konser merupakan langkah yang tepat.

Gulnara Karimova

Video musik yang diproduksi putri presiden Gulnara Karimova, tidak dikritik.

"Ini merupakan hari kelahiran nenek moyang kami Mohammed Zahiriddin Babur," kata dia.

" Mengapa kita harus merayakan sesuatu yang palsu, acara yang ringan? ini tidak pas dengan mental dan sejarah kami."

Tetapi, Jasur Hamraev, seorang wartawan hiburan, mengatakan memaksa perayaan hari pahlawan merupakan langkah yang salah.

"Kamu tidak harus menggantikan hari menjadi nasionalistik karena hanya akan membuat masyarakat terpecah," kata dia, seraya menambahkan bahwa banyak anak muda yang menikmati pertunjukan Rayhan.

"Ini mengelikan," kata dia. "Selama 10 tahun dia telah menggelar konser pada hari itu dan tahun ini dilarang secara tiba-tiba."

Laporan media lokal juga menyebutkan badan informasi pemerintah sebelumnya memperingatkan publikasi yang berkaitan dengan Hari Valentine.

Tetapi, seorang mahasiswa mengatakan kepada BBC bahwa Hari Valentine telah menjadi tradisi baru yang diperingati oleh sebagian anak muda, dengan membeli cenderamata, kartu dan bertukar kado diantara pasangan.

Situs berita independen Uzbek, uznews.net, melakukan survei informal kepada anak muda mengenai Hari Valentine, dan mereka menyebutkan akan merayakan seperti biasa dengan makan di luar rumah atau pergi ke klub.

Sebelumnya, pemerintah dan media pemerintah juga menyerang sinetron asing dari Meksiko dan Amerika Latin yang disebutkan merusak nilai-nilai dan tradisi lokal.

Tetapi, sejumlah kalangan menyebutkan sikap pemerintah itu tidak konsisten, karena menyerang budaya asing, tetapi tidak mengatakan sepatah kata pun terhadap video musik vulgar yang diproduksi putri presiden, Gulnara Karimova.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.