Satu keluarga Jepang meninggal karena kelaparan

Apartemen di Saitama Hak atas foto AP
Image caption Apartemen di Saitama tempat ditemukannya keluarga yang meninggal.

Sejumlah pihak di Jepang menyerukan agar menyalurkan bantuan terhadap jumlah orang miskin yang terus meningkat setelah ditemukannya satu keluarga meninggal karena kelaparan di apartemen mereka.

Polisi mengatakan jenazah ayah, ibu, dan seorang putranya ditemukan membusuk terbaring di tempat tidur mereka selama sekitar dua bulan.

Di kediaman mereka sama sekali tidak ditemukan makanan dan mereka diduga bertahan hanya dengan minum air.

Listrik dan gas untuk pemanas di kediaman mereka juga diputus karena mereka belum membayar sewa selama enam bulan.

Jenazah keluarga ketiganya ditemukan oleh pengelola apartemen.

Polisi di kota Saitama, di utara Tokyo, mengatakan "pasangan suami istri itu diduga berusia 60-an dan putranya berusia 30-an."

Penyebab kematian belum diketahui namun pejabat setempat menduga karena kelaparan atau bunuh diri.

Insiden ini menimbulkan pertanyaan sejumlah pihak tentang upaya pemerintah mengatasi dampak kemiskinan yang semakin meningkat, terutama pada orang lanjut usia dan pengangguran.

Keluarga itu tidak termasuk dalam daftar keluarga miskin yang dikunjungi secara rutin oleh petugas dari pemerintah daerah setempat.

Angka kemiskinan terus meningkat

Sejumlah tetangga bahkan tidak menyadari bahwa ada yang tinggal di apartemen itu.

Laporan di media setempat mengatakan keluarga itu malu untuk mengakui bahwa mereka mengalami kesulitan keuangan.

Saat dihubungi oleh perusahaan yang menangani sewa apartemen, wanita itu dilaporkan mengatakan anaknya bekerja sementara suaminya sakit dan tidak mampu melakukan aktivitas.

Seorang tetangga dilaporkan membujuk agar wanita itu mengontak dinas bantuan saat ia meminjam uang akhir tahun lalu.

"Sejumlah orang berupaya untuk tidak mau menerima bantuan atau mengontak pemerintah daerah setempat," kata seorang pengamat sosial Takeshiro Yoshida kepada korban Asahi Shimbun.

Pada pertengahan tahun 2010, seorang pria berusia 76 tahun di Saitama meninggal karena kepanasan setelah saluran listrik ke apartemennya diputus berhubung belum membayar rekening.

Bulan lalu, dua kakak beradik perempuan berusia 40-an -salah seorang diantaranya cacat mental- ditemukan meninggal karena kedinginan di Hokkaido.

Lebih dari 700 orang meninggal karena kelaparan sejak tahun 2000, menurut departemen kesehatan.

Banyak pihak yang khawatir angka ini akan meningkat karena tingginya angka penggangguran pada pria setengah baya dan juga dampak bencana tsunami dan gempa 11 Maret tahun lalu.

Berita terkait