Stevie Wonder sihir penggemar di Jakarta

Terbaru  5 Maret 2012 - 16:11 WIB
stevie wonder entertains fans at java jazz 2012

Stevie Wonder menyanyikan lagu-lagu klasiknya seperti I Just Called (to Say I Love You)

Panggung Stevie Wonder menjadi penutup semarak dari rangkaian pertunjukan musik tahunan terbesar di Indonesia, Java Jazz Festival 2012.

Stevie, pemusik dengan harga tiket termahal selama festival berlangsung, menyedot ribuan penggemar yang datang bahkan dari sejumlah negara tetangga.

Membawakan belasan lagu tanpa henti sepanjang hampir dua jam, Stevie nampak tidak kehilangan energi dan antusiame untuk terus menyanyi sekaligus memainkan alat musik termasuk piano, keyboard dan harmonika.

"Saya gembira memutuskan datang, luar biasa," kata Siti Zulaikha yang datang ke Jakarta dari Kuala Lumpur sehari sebelumnya.

Siti mengaku membayar tiket pertunjukan sebesar Rp 2 juta rupiah, belum termasuk ongkos tiket pesawat pulang pergi dan biaya menginap selama di Indonesia.

“Saya menyesal belum pernah menonton Whitney Houston sewaktu masih hidup, saya tidak mau menyesal lagi tidak melihat Stevie Wonder,” tambahnya disambut tawa beberapa teman warga Malaysia yang juga menonton.

Ribuan penggemar Stevie datang dari berbagai lapisan usia, termasuk anak-anak remaja yang tak terlalu akarab dengan karyanya saat diciptakan akhir tahun enampuluhan.

“Saya sih penasaran aja, seperti apa sih Stevie Wonder. Kayaknya ngetop banget,” kata Priscilla yang berdiri di tengah kerumunan penonton bersama teman laki-laiknya. Agar mengirit ongkos menonton Priscilla mengaku sudah memesan tiket sejak lama sehingga mendapat harga jauh lebih murah, Rp 750 ribu.

“Ternyata memang oke banget, energinya kayak nular ke tempat penonton,” puji siswi SMA ini usai pertunjukan.

Antrian ratusan meter sejak lebih dari sejam sebelum pertunjukan, nampaknya juga tak menganggu mood penonton.

Jahil

Wonder membalas kesetiaan para penggemar dengan hampir tanpa henti mengeluarkan rangkain lagu-lagu hits yang diciptakan dan menjadi langganan daftar Billboard Top 100 sejak ‘ 80an.

erykah badu

Erykah Badu juga memeriahkan Java Jazz Festival 2012

Pria yang tak dapat melihat sejak lahir tahun 1950 ini juga tak segan menyuruh para pemujanya mengikuti berbagai macam suara yang keluar dari mulutnya. Ribuan penonton dengan setia mengikuti permintaan itu, menciptakan pertunjukan yang riuh-redah dan hangat.

Sementara hujan beberapa kali mengguyur kawasan Pekan Raya Jakarta sejak Minggu petang, Stevie Wonder berhasil memanaskan ruang terluas di arena PRJ dengan You are the Sunshine of My Life, I Just Called (to Say I Love you), My Cherie Amor dan Overjoyed.

Stevie juga menuntaskan kehausan penonton untuk turut menjadi pengiring lagunya dengan menambahkan nomor-nomor yang kemudian turut dipopulerkan penyanyi lain seperti As (belakangan dinyanyikan ulang oleh George Michael dan Mary J Blige) serta Don’t you Worry Bout A thing (menjadi hits saat ditata ulang oleh grup Incognito dan kemudian John Legend).

Setelah lebih dari dua jam, penonton bahkan meminta Stevie dan 14 pengiring bandnya keluar untuk sebuah suguhan ekstra meski lampu panggung sudah dipadamkan.

Antusiasme penonton yang besar ini sempat membuat sang bintang beberapa kali terbahak saat mencoba berkomunikasi dari balik pianonya. Begitu ramainya sambutan, nampak juga beberapa kali Stevie agak jengkel karena belum selesai bicara fans sudah ribut menyambut dengan tepuk tangan dan suitan keras.

“When you talk I listen, and so when I talk you listen, okay (Bila anda bicara, saya akan mendengarkan dan bila saya bicara, anda mendengarkan),” pintanya.

Setelah menjadi salah satu penampil khusus dalam pemakaman bintang pop AS, Whitney Houston bulan lalu di New Jersey, di Jakarta Stevie rupanya belum lupa pada almarhumah sahabat baiknya itu. Seorang penyanyi latar perempuan diiringinya memimpin lagu I‘m Every Woman, sebagai tribute untuk sang Diva.

Penonton di Jakarta mendapat suguhan yang barangkali cukup langka yaitu sifat jahil Stevie Wonder di panggung.

Seorang penyanyi latar perempuan lain, cantik dengan gaun melekat ketat di badan, dipanggilnya untuk duduk tepat disebelahnya menyanyikan sebuah lagu, dalam posisi nyaris bersentuhan.

Penonton menyambut pemandangan ini dengan siulan dan teriakan, yang direspon Stevie dengan mengatakan: “What is it fellas? Do you think a blind can’t see a sexy woman? (Kenapa? Apakah anda pikir orang buta tidak bisa melihat perempuan seksi?)”

Sedikit yang tahu, perempuan cantik di panggung itu sebenarnya adalah Aisha Morris, anak Stevie yang mengilhaminya menciptakan lagu Isn't She Lovely.

Tirai pentas akhirnya benar-benar diturunkan setelah pemangku 20 penghargaan Grammy dan penjual sekitar 100 juta kopi album ini menyajikan belasan lagu dan memuaskan penonton.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.