Coke dan Pepsi ubah resep terkait isu kanker

Terbaru  9 Maret 2012 - 16:31 WIB

Perubahan resep ini untuk menghindari pelabelan peringatan kanker pada botol kemasannya.

Perusahaan minuman Coca-Cola dan Pepsi mengubah resepnya untuk menghindari pemberian label peringatan kanker pada botol kemasannya.

Perubahan resep ini dilakukan untuk menyesuaikan peraturan hukum di negara bagian California, AS.

Pada resep yang baru, kedua perusahaan ini mengurangi kandungan unsur pewarnaan caramel pada minumannya (methylimidazole) sampai 4%, yang di California unsur tersebut masuk dalam daftar penyebab kanker.

Kini perubahan resep itu telah diperkenalkan di wilayah California.

Dua perusahaan ini mengatakan resep baru ini akan segera diperkenalkan di seluruh wilayah AS.

"Sementara kami percaya bahwa tidak ada risiko kesehatan masyarakat, kami telah meminta pemasok karamel untuk mengambil langkah ini," kata perwakilan Coca Cola Diana Garza-Ciarlante kepada kantor berita Associated Press.

Menurut sebuah penelitian, beberapa bahan kimia dikaitkan dengan penyebab kanker seperti yang pernah dipraktekkan pada tikus.

Tetapi sejauh ini tidak ada bukti bahwa hal itu menimbulkan resiko bagi kesehatan manusia, kata Assosiasi Perusahaan Minuman AS, yang mewakili industri lebih luas.

Badan Pengawasan Obat dan Makanan AS, FDA, menyatakan seseorang perlu minum 1.000 kaleng Coke atau Pepsi untuk mengambil dalam dosis yang sama dari senyawa kimia yang diberikan kepada hewan dalam tes laboratorium.

Coca-Cola dan Pepsi sejauh ini menguasai hampir 90% pasar minuman bersoda di dunia.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.