Beruang dan penyembuhan luka alami

bear
Image caption Beruang mempunyai kemampuan untuk menyembuhkan luka secara alami.

Beruang hitam mempunyai kemampuan yang luar biasa untuk menyembuhkan diri sendiri saat mereka tidur panjang, demikian kata para peneliti di Amerika.

Ilmuwan di bidang kedokteran dan ilmu hewan bekerja sama untuk mengurai misteri mengenai mengapa beruang bisa menyembuhkan luka hingga hampir tanpa bekas dan bebas infeksi.

Para ilmuwan tadi berharap dapat menemukan cara beruang menyembuhkan diri saat suhu tubuh, detak jantung dan metabolisme turun. Diharapkan bila misteri itu terurai maka akan bisa digunakan untuk membantu manusia menyembuhkan luka secara alami.

Tim ilmuwan ini telah memantau kehidupan beruang hitam di Minnesota selama 25 tahun.

Tim gabungan dari Universitas Minnesota dan Wyoming memantau kehidupan sekitar 1.000 beruang hitam untuk mengkaji kesehatan dan tingkah laku mereka.

Penemuan yang diterbitkan di jurnal Integrative Zoology terkait dengan penelitian kedokteran yang berupaya membantu penyembuhan luka dan rentan infeksi yang terjadi pada kalangan lanjut usia, mereka yang kurang gizi dan pasien diabetes.

Saat sedang melakukan pemantauan itulah mereka menemukan bukti-bukti akan kemampuan binatang itu menyembuhkan diri.

Berbagai macam luka

Laporan itu menyebutkan,''Kami mengidentifikasi beberapa beruang setiap tahunnya dengan berbagai macam luka, dari tembakan, panah, gigitan dari beruang lain ataupun predator sejenis.

''Luka-luka ini terjadi sebelum mereka kembali ke sarang mereka, kadang terinfeksi dan bernanah.''

''Tetapi begitu kami kembali mengunjungi sarang mereka beberapa bulan kemudian, kebanyakan luka itu telah sembuh total, terlepas dari apakah luka itu sudah kami bersihkan, diberi obat atau antibiotik.''

Beruang hitam tidur selama lima hingga tujuh bulan. Mereka ini tidak makan, tidak minum, tidak buang air besar ataupun kecil.

''Mereka berada dalam sarang mereka selama enam bulan tanpa kehilangan bobot tulang maupun otot mereka,'' tulis laporan itu.

Selama masa istirahat itu, temperatur tubuh beruang turun hingga 7 drajat Celcius. Detak jantung mereka juga secara drastis turun dari 55 per menit menjadi sembilan.

Para pakar mengatakan bila manusia mengalami hal serupa maka akan mengalami komplikasi yang luar biasa termasuk upaya menyembuhkan luka.

Berita terkait