Mangkuk Giok Dinasti Qing senilai Rp26 miliar hilang dicuri

Terbaru  8 April 2012 - 16:22 WIB

Mangkuk giok peninggalan Dinasti Qing yang raib dari Musium Orenital, Universitas Durham, Inggris.

Dua artefak bersejarah yaitu patung porselin dan mangkuk giok peninggalan Dinasti Qing senilai £ 1.8m, atau sekitar Rp26 miliar, hilang dicuri dari Museum Oriental, Universitas Durham, Inggris.

Pencuri disebutkan masuk ke Galeri MacDonald Malcolm di dalam museum itu, pada Kamis malam, dan membawa kabur mangkuk giok dan patung porselin peninggalan abad ke-18.

Seorang pejabat musium menggambarkan dua artefak yag hilang itu "sangat penting dan berharga".

Aparat kepolisian setempat kemudian menangkap dua pria dan seorang perempuan di wilayah West Midlands, yang diduga terkait kasus pencurian ini.

Mereka sekarang diperiksa di kantor kepolisian setempat, namun keberadaan dua barang berharga itu masih belum jelas.

Penyidik kepolisian Traci McNally mengatakan, "Kami masih mencari tersangka utama".

"Kami meminta masyarakat yang mengetahui keberadaan benda-benda itu untuk menghubungi kami."

'Sangat sedih'

Bagaimanapun, dua artefak yang dicuri itu merupakan peninggalan Dinasti Qing, dinasti terakhir di Cina (1644-1911).

Porselin peninggalan abad ke-18 dari Dinasti Qing yang hilang dicuri.

Mangkuk giok berwarna hijau, yang dibuat pada 1769, merupakan koleksi Sir Charles Hardinge, salah-seorang kolektor terkenal Inggris.

Kawanan pencuri juga membawa pergi patung porselen Dehua, berupa tujuh peri yang berdiri di sebuah perahu, setinggi 30cm.

Juru bicara polisi mengatakan, dua artefak itu diperkirakan bernilai £ 1.8m, atau sekitar Rp26 miliar.

Diduga pencurian itu merupakan pesanan kolektor asing.

Terhadap pencurian ini, kurator musium Craig Barclay berkomentar dengan nada miris, "Kami sangat sedih menjadi korban kejahatan serius ini".

"Kami sangat berharap polisi dapat menemukan barang itu dan meminta siapa saja yang mengetahui keberadaannya untuk melapork ke polisi segera."

Museum ini sementara akan ditutup sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.

Di masa lalu, kasus pencurian pernah terjadi di Universitas Durham, yaitu ketika kawanan pencuri membawa pergi salinan langka Shakespeare, pada 1998.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.