Target kurangi kematian akibat campak gagal

Terbaru  24 April 2012 - 17:23 WIB
Vaksin

Pada tahun 2010, sekitar 19 juta anak tidak mendapatkan vaksin campak.

Upaya global untuk mengurangi jumlah kematian akibat campak tidak memenuhi sasaran yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia WHO.

Analisa yang diterbitkan di jurnal the Lancet menyebutkan kematian akibat penyakit ini menurun 74% antara tahun 2000-2010 namun sasarannya adalah 90%.

Wabah di Afrika dan tertundanya program vaksinasi di India menghambat upaya mencapai sasaran, kata para peneliti.

Upaya untuk menangani penyakit ini telah diluncurkan dan mencabut vaksin campak dan rubela.

Pada tahun 2000, tercatat kematian sejumlah 535.300 akibat campak. Jumlah ini turun menjadi 139.300 pada tahun 2010, menurut analisa di jurnal itu.

WHO mengatakan penurunan kematian akibat campak cukup drastis pada tahun 2007 namun upaya pengurangan terganggu pada tahun 2008 dan 2009.

Hal ini menyebabkan terjadinya wabah di Afrika, Asia dan bahkan di Eropa.

Gabungan vaksin campak, rubela

"Penurunan kematian akibat campak sebesar tiga perempat kasus di seluruh dunia menunjukkan program vaksin ini efektif"

Margaret Chan

Anthony Lake, Direktur Badan PBB, UNICEF, yang juga ikut serta dalam program vaksin campak dan rubela, mengatakan masih terjadi 382 kematian akibat campak setiap hari.

"Setiap korban sebenarnya dapat diselamatkan melalui vaksin," katanya.

Namun mengatakan penurunan kematian sebesar 75% menunjukkan "upaya vaksinasi dapat berhasil bahkan di negara-negara termiskin dan daerah terpencil."

Sasaran berikutnya adalah penurunan kematian sebesar 95% pada tahun 2015.

Dr Okwo-Bele, Direktur Imunisasi dan Vaksin di WHO mengatakan, "Kami memiliki alasan untuk optimistik bahwa sasaran 95% dapat dicapai pada tahun 2015."

Upaya baru ini akan diterapkan dengan melakukan vaksin campak dan rubela.

Dr Margaret Chan, Direktur Jenderal WHO mengatakan, "Penurunan kematian akibat campak sebesar tiga perempat kasus di seluruh dunia menunjukkan program vaksin ini efektif."

"Saat ini, kita dapat melakukan langkah lebih lanjut dengan memberikan vaksin rubela juga," tambahnya.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.