Pembatasan melahirkan untuk calon ibu dari Cina di Hong Kong

Terbaru  25 April 2012 - 20:15 WIB
Rumah sakit di Hong Kong

Rumah sakit swasta Hong Kong tak punya pilihan selain mengikuti peraturan.

Rumah sakit di Hong Kong mulai tahun depan akan membatasi layanan kebidanan kepada calon ibu yang datang dari Cina untuk melahirkan.

Rancangan peraturan itu hanya diterapkan untuk rumah sakit milik pemerintah namun akan diikuti oleh rumah sakit swasta.

Sejumlah warga Cina ingin melahirkan di Hong Kong untuk menjamin anak mereka juga mendapat kewarganegaraan Hong Kong, dengan standar hidup yang lebih baik dibanding di Cina daratan.

Namun semakin meningkatnya yang disebut sebagai 'pariwisata kelahiran' dari Cina meningkatkan ketegangan di Hong Kong.

Rancangan pembatasan ini diajukan oleh Ketua Eksekutif Hongkon yang baru, CY Leung, yang belum lama ini terpilih dan akan mulai bertugas tanggal 1 Juli mendatang.

Wartawan BBC di Hong Kong, Juliana Liu, melaporkan Leung tampaknya inggin menggalang dukungan masyarakat atas kepemimpinannya -yang dibandingkan dengan ketua eksekutif sebelumnya lalu memiliki mandat lebih kecil.

Tidak otomatis lagi

Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Hong Kong, Alan Lau, mengatakan kepada BBC bahwa anggota mereka tidak punya pilihan selain mengikuti keinginan CY Leung.

Hong Kong

Standar hidup di Hong Kong dianggap lebih baik dibanding di Cina.

Dia mengatakan rumah sakit swasta akan menghentikan pemesanan tempat melahirkan dari Cina mulai tahun 2013, walau pada prinsipnya mereka menganggap pembatasan itu bertentangan dengan etika kedokteran dan juga akan mengurangi pemasukan.

Pemerintah Hong Kong sebenarnya sudah menerapkan kuota atas jumlah perempuan Cina yang melahirkan di rumah sakit Hong Kong, namun banyak yang berpendapat kuota tersebut tidak cukup.

Berdasarkan rancangan baru ini maka perempuan hamil yang berasal dari Cina tidak boleh mendapat layanan kebidanan di Hong Kong kecuali suaminya memang berasal dari Hong Kong.

Dan tidak ada jaminan bayi tersebut akan mendapat izin tinggal d Hong Kong kecuali salah seorang dari orang tuanya memang tinggal di Hong Kong.

Berdasarkan peraturan saat ini, setiap bayi yang lahir di Hong Kong secara otomatis akan mendapatkan hak untuk tinggal dan bekerja di Hong Kong dan juga mendapat pasport Hong Kong, yang akan membuat perjalanan internasional menjadi jauh lebih mudah.

Selain itu, kebijakan satu anak di Cina -walau saat ini sudah lebih longgar di masa yang lalu- juga mendorong para ibu Cina pergi ke Hong Kong untuk melahirkan demi mencegah denda yang tinggi.

Sebagian besar warga Hong Kong mendukung kebijakan ini karena menganggap 'pariwisata kelahiran' memberi tekanan kepada layanan yang ada selama ini dan menempatkan hidup mereka dalam risiko karena harus melayani kedatangan para calon ibu asal Cina.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.