Penemuan kerangka serdadu pertempuran Waterloo

Hak atas foto Reuters
Image caption Sebutir peluru yang ditemukan diantara tulang rusuk kerangka serdadu berusia 200 tahun.

Sekitar 200 tahun setelah pasukan Prusia dan Inggris mengalahkan pasukan Prancis di Waterloo, Belgia, beberapa arkeolog menemukan sisa-sisa kerangka seorang serdadu belia di bekas lokasi pertempuran.

"Anda bisa lihat, serdadu itu tewas," kata arkeolog Belgia Dominique Bosquet, menggambarkan posisi kerangka tersebut saat ditemukan pada awal pekan lalu, seperti dilaporkan Kantor Berita AFP.

Mereka menemukan sebutir peluru bulat di antara tulang rusuk kerangka itu, sehingga diyakini serdadu itu tewas akibat ditembak.

Temuan ini termasuk langka, karena menurut Bosquet, kerangka itu relatif masih utuh.

Hasil penelitian karbon menunjukkan bahwa serdadu naas itu diperkirakan tewas pada 18 Juni 1815.

Terkubur

Di wilayah medan pertempuran Waterloo, para arkeolog menemukan kerangka itu di dalam tanah sedalam 40cm.

Seperti dalam posisi terkubur, namun para arkeolog kemudian meyakini bahwa serdadu itu terjatuh setelah tewas tertembak.

Dalam rentang waktu lama, yaitu sekitar 200 tahun, membuat jenazah serdadu itu tertutupi tanah.

Seragam yang dikenakannya telah lenyap dimakan zaman, namun arkeolog menemukan sendok, koin uang, tali yang terbuat dari kulit, serta sepotong kayu dengan ukiran CB di atasnya.

Hak atas foto Reuters
Image caption Arkeolog Dominique Bosquet menunjukkan lokasi penemuan kerangka serdadu yang berusia belia.

Dari benda-benda itulah, mereka kemungkinan dapat melacak identitas kerangka serdadu belia tersebut.

Lokasi tentara Inggris

Kerangka itu ditemukan pekan lalu di lokasi yang dulu disebut sebagai lokasi tentara Inggris selama pertempuran Waterloo.

Penemuan ini terjadi ketika para arkeolog tengah melakukan penelitian di situs bekas pertempuran Waterloo.

Ketika alat berat dikerahkan untuk merapikan situs itu, para pekerja memukan kerangka tentara tersebut.

Hampir setiap tahun, para penggemar peristiwa pertempuran Waterloo berkumpul di bekas lokasi pertempuran.

Di tempat itu, mereka -- dengan mengenakan atribut yang mirip dengan kejadian 200 tahun silam itu -- menggelar aksi perang-perangan yang dibuat mirip seperti pertempuran aslinya.

Dalam pertempuran 200 tahun silam, lebih dari 12.000 serdadu tewas.

Berita terkait