Pria Saudi dieksekusi terkait sihir

 Suasana di Arab Saudi
Image caption Sedikitnya terdapat dua orang yang dieksekusi di Arab Saudi tahun lalu terkait kasus sihir.

Seorang pria Arab Saudi dieksekusi dengan dipenggal kepalanya setelah dinyatakan bersalah atas dakwaan ilmu sihir dan guna-guna.

Kantor berita resmi Arab Saudi pada hari Selasa (19/06) melaporkan Muree bin Ali bin Issa al-Asiri dieksekusi di Najran setelah vonisnya dikuatkan oleh mahkamah agung.

Namun tidak dijelaskan mengenai dakwaan secara rinci, kecuali bahwa dakwaan terhadap Muree bin Ali bin Issa al-Asiri terkait ilmu sihir dan guna-guna.

Dia didapati menyimpan buku-buku sihir dan zimat dan mengaku melakukan zinah dengan dua perempuan.

Wartawan BBC masalah Arab, Sebastian Usher, melaporkan tahun lalu setidaknya terdapat dua eksekusi dalam kasus tersebut.

Salah satunya melibatkan seorang perempuan yang berumur 60-an tahun. Dia diduga menipu orang-orang untuk memberi uang kepadanya dengan imbalan bisa menyembuhkan penyakit mereka.

Seorang pria asal Sudan juga dipenggal kepalanya meskipun Amnesty International menyerukan agar orang tersebut dibebaskan.

Hukuman lebih berat

Sejumlah organisasi hak asasi manusia berkali-kali mengecam eksekusi terhadap terhukum dalam kasus sihir.

Amnesty International mengatakan Arab Saudi secara resmi tidak menggolongkan sihir ke dalam hukuman mati, tetapi praktek sihir ditentang keras oleh para pemimpin konservatif.

"Beberapa pemimpin berkali-kali menyerukan agar hukuman lebih berat dijatuhkan kepada siapa pun yang diduga melakukan sihir, tidak bandang bulu apakah mereka ahli nujum atau dukun," lapor Sebastian Usher.

Salah satu kasus yang banyak mendapat perhatian muncul pada 2010 ketika pembawa acara mengenai ramalan di televisi Lebanon ditangkap ketika dia sedang menunaikan haji di Arab Saudi.

Pembawa acara itu dijatuhi hukuman mati tetapi akhirnya dibebaskan oleh mahkamah agung setelah mendapatkan tekanan dari Lebanon dan berbagai kelompok HAM.

MA Arab Saudi menyatakan pembawa acara televisi tersebut tidak merugikan siapa pun.

Berita terkait