Israel gelar kontes korban holokos

Terbaru  29 Juni 2012 - 16:28 WIB
Hava Hershkovitz

Hava Hershkovitz, 79, yang melarikan diri dari negaranya Rumania, dinobatkan sebagai pemenang.

Para korban selamat holokos mengikuti kontes kecantikan di Israel untuk pertama kalinya dalam sejarah di tengah kontroversi.

Kontes kecantikan yang diadakan di kota Haifa tersebut diikuti oleh sekitar 14 finalis perempuan yang berusia antara 74 hingga 97 tahun. Jumlah tersebut disaring dari ratusan orang yang mendaftarkan diri.

Mereka adalah korban selamat dari kekejaman pembantaian dalam perang Dunia II. Pada Kamis malam waktu setempat (28/06), mereka beraksi di atas panggung untuk memperebutkan penghargaan pertama di Israel "Miss Holocaust Survivor."

Mereka juga menceritakan penderitaan masing-masing atas tindakan Nazi dalam Perang Dunia II.

Mereka tampak menikmati acara yang dihadiri sekitar 600 orang tersebut, antara lain dua menteri kabinet Israel Moshe Kahlon dan Yossi Peled.

Panel juri terdiri dari empat orang, tiga mantan ratu kecantikan dan seorang ahli jiwa yang khusus menangangi korban holokos.

Masa muda

"Kesempatan mereka untuk mengikuti pramuka atau acara perpisahan sekolah dan acara-acara seperti ini dirampas."

David Parsons

Mereka menetapkan Hava Hershkovitz, 79, sebagai pemenang. Dia melarikan diri dari negaranya Rumania pada 1941 dan dikirim ke kamp tahanan di Uni Soviet selama tiga tahun.

Hava Hershkovitz mengaku tidak mudah mengikuti kontes kecantikan di usianya yang sudah senja.

"Tetapi kami semua melakukan hal ini untuk menunjukkan bahwa kita masih hidup," tuturnya.

Panitia penyelenggara mengatakan kontes kecantikan ini merupakan perayaan akan kehidupan. Kontes kecantikan diadakan oleh badan amal Yad Ezer L'Haver yang membantu para korban selamat dari program pembantaian terhadap orang Yahudi.

David Parsons, Direktur Media International Christian Embassy, Jerusalem, menyampaikan penghargaan kepada panitia yang memberikan kesempatan kepada para perempuan tua untuk kembali menampilkan sisi masa muda mereka.

"Kesempatan mereka untuk mengikuti pramuka atau acara perpisahan sekolah dan acara-acara seperti ini dirampas. Jadi kalau para perempuan itu ingin menangkap kembali sesuatu dari masa mudanya, sesuatu yang tidak mereka alami karena kekejaman Nazi, maka saya mendukung penuh," kata Parsons seperti dikutip kantor berita AP.

Namun sebagian kalangan menentang kontes kecantikan para korban selamat holokos. Seorang penulis blog Israel menyebut kontes kecantikan 'bertujuan baik tetapi pada akhirnya salah jalan'.

"Para korban selamat holokos harus lebih tinggi dari sekedar acara seperti ini," kata blogger Israel itu.

Sekitar enam juta orang Yahudi dibunuh oleh tentara Nazi pada Perang Dunia II. Hampir 200.000 korban selamat holokos sekarang tinggal di Israel.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.