Ditemukan partikel baru seperti Higgs

Kantor CERN di Jenewa Hak atas foto AFP
Image caption Pengumuman partikel baru di Kantor CERN di Jenewa disambut sorak-sorai dan tepuk tangan meriah.

Para ilmuwan di Organisasi Penelitian Nuklir Eropa, CERN, mengatakan sudah menemukan sebuah partikel baru yang konsisten dengan boson, atau partikel subatom, Higgs.

Partikel itu sudah menjadi subyek penelitian selama 45 tahun untuk menjelaskan bagaimana suatu benda bisa mendapatkan massanya.

Bagaimanapun masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan bahwa yang ditemukan itu adalah partikel subatom Higgs.

Penemuan artikel baru ini diumumkan di kantor CERN, Jenewa, Swiss, dan disambut dengan tepuk tangan meriah dan sorak sorai.

Peter Higgs, yang kemudian diabadikan menjadi nama dari partikel subatom itu, tampak menghapus air matanya setelah presentasi temuan baru tersebut di auditoriam CERN.

"Saya ingin menambahkan ucapan selamat saya kepada semua orang yang terlibat dalam pencapaian ini," tuturnya.

"Ini merupakan yang luar biasa yang terjadi pada masa hidup saya."

Tim peneliti mengatakan mereka melihat satu 'benjolan' dalam data mereka yang berkaitan dengan sebuah partikel dengan berat 125,3 gigaelectronvolts (GeV) -sekitar 133 kali lebih berat dari proton yang menjadi inti dari setiap atom.

Ditambahkan bahwa dengan mengkombinasi dua perangkat data, dicapai tingkat keyakinan 'pada sigma lima' atau sekitar satu dari 3,5 juga peluang bahwa signal yang mereka lihat akan muncul jika tidak ada partikel Higgs.

Temuan ini penting karena bisa menjadi penjelasan atas massa, yang merupakan sebuah pengukuran tentang benda, baik itu partikel, molekul, maupun seekor anjing.

Berita terkait