Pakistan lindungi pasangan 'kawin lari'

Hewad dan Marjman tiba di pengadilan di Peshawar, Pakistan Hak atas foto AFP
Image caption Hewad dan Marjman tiba di pengadilan di Peshawar, Pakistan.

Pengadilan di Pakistan hari Senin (23/07) memerintahkan polisi melindungi pasangan muda Afghanistan yang melarikan diri karena khawatir akan dibunuh.

Hewad dan Mariyam Marjman, keduanya berusia 22 tahun, meninggalkan keluarga mereka di Kabul bulan lalu dan menikah di kota Abbottabad, Pakistan.

Marjman kepada kantor berita AFP mengatakan orang tuanya ingin ia menikah dengan suami kakak perempuanya. Pernikahan ini diatur setelah kakak Marjman meninggal dunia belum lama ini.

Marjman mengatakan bila ia dideportasi ke Afghanistan, ia mungkin akan dibunuh karena menikah dengan pria yang bukan menjadi pilihan keluarga.

Hewad menambahkan, "Saya menerima ancaman dari keluarga Mariyam. Ancaman datang dari orang tuanya dan kakak-kakaknya."

"Kalau kami dikembalikan ke Afghanistan, pasti mereka akan menembak kami," kata Hewad.

Kasus Hewad dan Marjman dibawa ke pengadilan tinggi di Peshawar setelah kisah pelarian mereka diberitakan media setempat.

Hakim Dost Muhammad Khan mengatakan pihak berwenang Pakistan harus menyediakan akomodasi dan pengamanan karena jiwa mereka terancam.

Pengadilan akan kembali menggelar kasus ini pekan depan untuk mengetahui apakah keputusan pengadilan dilaksanakan di lapangan.

Hewad dan Marjman melarikan diri berkat bantuan seorang teman dari Pakistan.

Berbagai pihak mengatakan, langkah Pakistan melindungi pasangan Afghanistan yang melarikan diri ini sangat jarang dilakukan.

Para pegiat khawatir penarikan pasukan NATO pada 2014 akan makin memperburuk pemenuhan hak-hak perempuan di Afghanistan.

Berita terkait