Robot Nasa siap mendarat di Mars

nasa Hak atas foto nasa
Image caption Kendali misi siap bekerja ditemani sekaleng kacang yang merupakan tradisi

Salah satu misi luar angkasa paling berani yang pernah dilakukan saat ini mendekati planet Mars.

Dalam beberapa jam mendatang Nasa akan berusaha untuk mendaratkan robot pengelana bernama Curiosity ke Planet Merah tersebut untuk mempelajari apakah pernah ada kehidupan mikroba di sana.

Robot itu dilengkapi dengan instrumen sains, termasuk laser yang dapat memindai batu untuk mengetahui elemen kandungannya.

Curiosity saat ini meluncur melalui ruang angkasa, semakin mendekati akhir perjalanan 570 km dari Bumi.

Para insinyur Nasa mendeskripsikan peluncurannya sebagai hampir sempurna dan mereka telah melewatkan dua kesempatan terakhir untuk memperbaiki jalur terbangnya.

Robot yang disimpan didalam cangkang pengaman itu, dijadwalkan mendarat di permukaan Mars pada pukul 5.24 GMT (11.54 WIB).

Sinyal yang mengkonfirmasi bahwa ia telah mendarat di dalam ceruk dalam bernama Kawah Gale diharapkan tiba di Bumi tujuh menit kemudian.

Tantangan kolosal

Tetapi mendaratkan proyek eksplorasi ini dengan aman akan menjadi tantangan kolosal.

Dua pertiga dari seluruh misi yang pernah dikirim ke Planet Merah gagal, banyak yang hilang saat berusaha menembus atmosfer Mars.

Dan, badan antariksa AS memiliki kepercayaan diri yang besar bahwa strategi mendarat risiko tinggi rancangan mereka dapat mengantarkan Curiosity ke permukaan dengan aman

Strategi ini akan menggunakan serangkaian manuver otomatis untuk memperlambat jatuhnya si robot pada kecepatan 20.000 km/jam dari puncak atmosfer menjadi kurang dari 1m/detik saat mendarat.

Pada tahap terakhir rangkaian ini, sebuah derek bertenaga roket akan menurunkan robot ke tanah dengan tali nilon.

Nasa akan memantau drama pendaratan ini dari Jet Propulsion Laboratory di Pasadena, California.

Di sinilah kendali misi ini akan menerima sinyal dari Curiosity yang kemudian dilontarkan ke Bumi dengan satelit Odyssey.

Para insinyur di Nasa hanya dapat menyaksikan dan menunggu. Jarak 250 juta km antara Mars dan Bumi berarti akan terjadi jeda 13 menit dalam komunikasi.

Tim mengetahui bahwa ketika mereka mendapat sinyal yang mengatakan robot telah memasuki atmosfer planet itu, maka kenyataannya hanyalah bahwa robot itu sudah mendarat atau hancur tujuh menit sebelumnya.

Berita terkait