Para ahli temukan 'korek api' tertua di dunia

Terbaru  8 Agustus 2012 - 22:52 WIB
Benda yang diperkirakan sebagai korek api tertua.

Benda-benda ini tadinya diperkirakan semacam lingga dan yoni.

Para peneliti dari Israel mengatakan artefak misterius yang terbuat dari batu dan tanah liat dari zaman Neolitikum mungkin adalah korek api tertua di dunia.

Benda-benda yang ditemukan tersebut sebenarnya bukan baru, namun selama ini para ahli mengira benda-benda tersebut adalah simbol budaya semacam lingga dan yoni.

Para ahli menelusuri sejarah pembuatan api oleh manusia melalui bukti berupa sisa-sisa api.

Diperkirakan pertama kali manusia di kawasan Eurasia mengenal api 250.000 tahun yang lalu.

"Kita memiliki bukti bahwa manusia modern dan Neanderthal membuat api, yang berupa arang, abu, dan tungku. Nah, bagaimana api itu dibuat, para ahli belum pernah menemukan buktinya," kata Naama Goren-Inbar dari Universitas Hebrew Jerusalem.

Kajian tentang korek api ini berawal dari kunjungannya ke satu museum di Jerusalem.

Fungsi khusus

Goren-Inbar tertarik dengan sejumlah benda yang ditemukan di situs arkeologi Sha'ar HaGolan, yang ia perkirakan tidak sekedar benda budaya.

Ia memperkirakan benda-benda tersebut, yang diperkirakan berusia 8.000 tahun, memiliki fungsi khusus.

"Saya mengamati benda-benda tersebut dan yang muncul dalam benak saya adalah benda ini mirip dengan alat yang dipakai untuk membuat api. Dari sini saya bersama beberapa ahli lain melakukan kajian secara mendalam," papar Goren-Inbar.

Dengan teknik pengamatan mikro, Goren-Inbar menyimpulkan bahwa benda berbentuk silinder ini pernah diputar berulang kali dengan kecepatan tinggi.

Di benda lain, sementara itu, ditemukan bekas pernah tergesek benda berbentuk silinder.

Bila digabungkan dua objek ini mirip dengan alat yang dipakai untuk membuat api di zaman modern.

Tim pimpinan Goren-Inbar makin yakin bahwa ini adalah "korek api" setelah mereka menemukan bekas api dan benda lain yang diperkirakan berfungsi untuk membantu memutar silinder tersebut dalam kecepatan tinggi.

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.