Virus tikus kembali telan korban

Terbaru  7 September 2012 - 14:15 WIB
hantavirus

Sejumlah kabin di Curry Village yang diduga menjadi asal virus telah ditutup

Sebanyak 12.000 orang yang berkemah di bumi perkemahan Taman Nasional Yosemite di California, AS, terancam terinfeksi virus mematikan bernama hantavirus.

Peringatan itu datang setelah seorang pelancong asal Virginia Barat yang mengunjungi taman itu Juni lalu menjadi orang ketiga yang meninggal akibat virus tersebut.

Hingga saat ini tercatat sudah ada delapan kasus penularan hantavirus yang diakibatkan oleh kotoran tikus.

Gejala penularan baru terlihat enam minggu kemudian dan dampaknya sangat fatal.

Taman Nasional Yosemite mengatakan mereka mendapat 1.000 telepon per hari ke sambungan hotline mereka dari pengunjung yang ketakutan dan ingin mencapat informasi tentang hantavirus.

Hantavirus berada dalam kotoran, urine dan liur tikus. Ketika kotoran itu mengering dan bercampur dengan debu, virus dapat terhirup oleh manusia terutama di ruangan kecil.

Penyakit itu juga menyebar jika orang menyentuh atau makan zat yang terkontaminasi, atau digigit oleh hewan yang terinfeksi.

Kematian pertama dilaporkan pada Agustus lalu. Salah satu korban adalah pria berusia 37 tahun dari San Fransisco.

Yosemite mengatakan dari delapan pasien hantavirus yang tertular di taman mereka, lima diantaranya menunjukkan tanda-tanda kesembuhan.

Wabah hantavirus di Yosemite diduga karena adanya tikus yang bersarang di insulasi tenda di salah satu area perkemahan yang bernama Curry Village.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.