Nekat menikah meski dilarang pengadilan

Terbaru  16 September 2012 - 10:51 WIB
Morgan Tsvangirai

Tsvangirai diminta mantan istrinya memberi pesangon Rp142 juta per bulan.

Perdana Menteri Zimbabwe Morgan Tsvangirai nekat menikah lagi meski melawan putusan pengadilan.

Tsvangirai, 60, dan Elizabeth Macheka, 35, bertukar janji perkawinan di ibukota Harare dengan dasar aturan "nikah adat" yang membolehkan poligami.

Sementara berdasar UU Perkawinan monogamis di negara itu, Tsvangirai tidak bisa menikah lagi karena pengadilan memutuskan dirinya masih terikat pernikahan.

Sebagian pengamat mengatakan munculnya putusan pengadilan itu kemungkinan merupakan upaya memperburuk citra sang PM menjelang pemilihan presiden tahun depan.

Tsvangirai diperkirakan akan menantang Presiden Robert Mugabe, 88, dalam pemilu nanti.

Namun ada juga yang menyalahkan Tsvangirai karena sejak istrinya meninggal dalam kecelakaan tahun 2009, dia sudah kerap bergonta-ganti pasangan perempuan.

Hubungan 'rusak'

Tsvangirai menikah di depan ratusan undangan dalam sebuah pesta meriah di Harare hari Sabtu.

Namun pasangan mempelai tidak menandatangani buku nikah resmi sebagaimana kebiasaan dalam upacara pernikahan pasangan monogami, seperti sudah direncanakan sebelumnya.

Elizabeth Macheka adalah putri dari seorang politisi lokal yang berasal dari partai penyokong Presiden Mugabe, Zanu-PF.

"Kalau dia tetap nekat menikah berarti dia melakukan bigami (beristri dua)"

Pengacara Emerson Samkange

Perkawinan ini tetap dilangsungkan padahal sehari sebelumnya hakim setempat mengatakan bahwa mantan pacar Tsvangirai, Locardia Tembo, telah membuktikan bahwa dirinya masih berstatus sitri dalam "pernikahan adat" terdahulu. Sebelumnya gugatan Tembo ditolak oleh pengadilan tinggi setempat.

"Izin nikah yang diberikan pada Bapak PM dibatalkan," kata kuasa hukum Tembo, Everson Samkange, setelah muncul putusan pengadilan yang memenangkan kliennya.

"Kalau dia tetap nekat menikah berarti dia melakukan bigami (beristri dua)," katanya seperti dikutip kantor berita AFP.

Tembo, 39, berprofesi sebagai pialang bursa komoditas yang juga adik dari seorang anggota parlemen Partai Zanu-PF, menuntut ongkos hidup US$15.000 (Rp142 juta) per bulan dari mantan suaminya.

Pada November tahun lalu, Tembo dan Tsvangirai dilaporkan menggelar pernikahan tradisional dimana pihak mempelai laki-laki memberikan mahar sebesar ratusan ribu dollar.

Tak lama kemudian Tsvangirai mengatakan hubungan perkawinan mereka "tak dapat didamaikan lagi" setelah "dibajak" oleh lawan politiknya, termasuk oleh aparat keamanan negara setempat.

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.