BUMI Resources: kami siap penuhi perintah public expose

Terbaru  27 September 2012 - 18:22 WIB
jakarta stock exchange

Saham BUMI menguat tipis Kamis (27/09) namun masih terus tertekan.

Direksi PT BUMI Resources Tbk menyatakan bersedia memenuhi keinginan Badan Pengelola Pasar Modal (Bapepam) yang memerintahkan dilakukan pemaparan publik (public expose) untuk menjernihkan tudingan adanya salah urus dalam keuangan perusahaan tambang batubara terbesar di Indonesia itu.

Bapepam melalui pernyataan Direktur Pengawasan dan Kepatuhan Anggota BEI, Uriep Budhi Prasetyo, seperti ditulis berbagai media di Indonesia memerintahkan pemaparan publik BUMI dan PT Berau Coal Energy (BRAU, juga produsen batubara milik BUMI dilakukan selambatnya Selasa (2/10), pekan depan.

"Kami akan dengan senang hati menuruti permintaan regulator bursa," kata Dileep Srivastava, salah satu direktur yang juga Sekretaris Perusahaan BUMI kepada wartawan BBC, Dewi Safitri.

Dileep mengatakan Bapepam sebelumnya menjadwalkan paparan publik BUMI untuk ajang Investor Summit di Jakarta pada bulan November tetapi bila dikehendaki, menurutnya BUMI siap melakukan paparan lebih awal.

"Pokoknya apa saja yang diminta akan kami penuhi," tambahnya.

Tudingan salah urus dalam pengelolaan keuangan perusahaan tambang batubara jenis thermal terbesar di Indonesia itu diumumkan pada publik Senin (24/9) lalu melalui pernyataan resmi BUMI Plc dari kantornya di London, Inggris.

Perusahaan yang tercatat di bursa London itu mengatakan akan mengirim tim independen guna menyelidiki dugaan 'ketidakberesan' dalam pengelolaan investasi dan utangnya, menyangkut dana pengembangan dan eksplorasi untuk BUMI dan BRAU, yang sedikitnya bernilai US$630 juta yang pada laporan keuangan Bumi Plc akhir tahun lalu dinyatakan nihil.

Pejabat Bapepam sebelumnya telah sedikitnya dua kali bertemu dengan pengelola BUMI untuk mencari penjelasan mengenai tuduhan ini, namun belum ada titik terang.

"Tidak ada hal baru yang belum diungkap. Semuanya diketahui oleh investor dan dewan direksi," tegas Dileep membantah tuduhan penyelewengan dana.

'Situasi internal'

Saham BUMI

Saham BUMI Resources Tbk ditutup pada posisi 760 Kamis (27/09).

Ini bukan pertama kalinya BUMI dilanda kemelut.

Pada Oktober tahun lalu, sepucuk surat internal BUMI Plc bocor ke media di Inggris yang kemudian memicu kehebohan.

Dalam surat itu Nathaniel Rothschild, jutawan Eropa yang berkongsi dengan keluarga bakrie membangun BUMI Plc, meminta dilakukan 'pembersihan radikal' pada dewan Direksi dan pengelolaan utang BUMI.

Sebagai imbasnya, Rotschild yang semula menjabat sebagai salah satu Direktur terlempar ke posisi Direktur non-Eksekutif.

Dileep menduga situasi yang dihadapi BUMI saat ini tak berbeda dengan kejadian tahun lalu.

"Ini situasi internal antar pemegang saham yang memilih membuka (perselisihan) pada publik," kata Dileep tanpa merinci siapa yang dimaksudnya sebagai pihak internal itu.

Namun tudingan ini menjadi pukulan yang berat pada saham BUMI karena pada saat bersamaan harga batubara dunia tengah mengalami penurunan tajam, dari US$120 tahun lalu menjadi US$84 pada bulan Agustus.

Akibatnya nilai saham BUMI dan BRAU, yang sama-sama dimiliki keluarga Bakrie di Indonesia, turun drastis.

Pada penutupan pasar hari ini saham BUMI ditutup pada 760, sangat jauh dari harga puncaknya tahun 2008 yang mencapai 8.550.

Akibat situasi ini, lembaga pemeringkat utang independen seperti Moody's dan Standard and Poor's telah menurunkan peringkat utang BUMI.

Sementara sejumlah analis memperkirakan BUMI bisa kehilangan aset-aset terpentingnya karena tak mampu membayar beban cicilan dan bunga utang yang besarnya mencapai miliaran dollar AS.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.