Ancaman Taliban dianggap mengekang pers

Terbaru  17 Oktober 2012 - 22:13 WIB
Media di Pakistan

Kasus penembakan Malala ramai diberitakan media di Pakistan dan di seluruh dunia.

Serikat Masyarakat Surat Kabar Pakistan mengecam Taliban yang dianggap berupaya mengekang kebebasan pers dengan mengancam media di Pakistan.

Sejumlah organisasi media mendapat ancaman sehubungan dengan peliputan atas penembakan murid sekolah, Malala Yousufzai, yang memperjuangkan pendidikan untuk perempuan.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan Rabu 17 Oktober, Serikat Masyarakat Surat Kabar Pakistan menyatakan ancaman seperti itu diarahkan untuk mengekang kebebasan pers.

Adapun Malala saat ini berada di Inggris untuk mendapatkan perawatan khusus di sebuah rumah sakit di Birmingham, yang memiliki spesialisasi dalam penanganan trauma.

Dia ditembak di bagian kepalanya ketika sedang dalam perjalanan ke sekolah dan banyak pihak yang memuji keberaniannya dan menyatakan dukungan secara terbuka.

Presiden Pakistan, Asif Ali Zardari, menyebutnya sebagai lambang kebaikan yang terdapat dalam diri manusia.

Malala Yousufzai

Malala Yousufzai dianggap sebagai pahlawan oleh banyak orang.

Sebelumnya Menteri Dalam Negeri Pakistan mengatakan pemerintah menerima informasi tentang ancaman yang disampaikan kepada berbagai organisasi media yang melaporkan berita tentang Malala. Sejalan dengan itu, pemerintah juga mengatakan akan meningkatkan keamanan.

Tetap jadi sasaran

Bagaimanapun kelompok Taliban di Pakistan sudah menyatakan akan tetap menjadikannya sebagai sasaran atas apa yang mereka sebut sebagai 'mempromosikan cara berpikir Barat'.

BBC mengatakan sudah mengambil langkah-langkah yang tepat untuk melindungi karyawan dan operasinya di Pakistan. Perkembangan situasi akan terus dimonitor oleh BBC dan siaran berita ke Paksitan akan tetap dijalankan.

Dalam perkembangan terpisah, Presiden Afghanistan, Hamid Karzai, menyampaikan pernyataan mengutuk serangan terhadap Malala dan menyebutnya sebagai konspirasi melawan Islam dan kemanusiaan.

"Serangan terhadap Malala dipertimbangkan sebagai serangan terhadap semua anak perempuan, dan warga Afghanistan merasakan kepedihan atas tragedi yang berlangsung itu," tutusnya dalam sebuah pernyataan yang dikirim ke salah seorang anggota senat Pakistan, seperdi dikutip kantor berita Pakistan, APP.

Dalam pernyataan itu, Hamid menyatakan bahwa serangan terhadap Malala amat bertentangan dengan norma Islam dan tradisi Pashtun yang dengan tegas melarang kekerasan terhadap perempuan, khususnya anak perempuan.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.