Kemenakan sebut Jong-un 'diktator'

Terbaru  19 Oktober 2012 - 12:39 WIB
kim han sol

Kim Han-sol mengatakan ia ingin bekerja di bidang kemanusiaan

Dalam wawancara langka yang dipublikasikan di YouTube, kemenakan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menyebut sang paman sebagai 'diktator' dan ia mengutarakan harapannya untuk "memberikan hidup yang lebih baik" bagi rakyat Korea.

Berbicara pada mantan wakil Sekjen PBB Elizabeth Rehn untuk televisi Finlandia, Kim Han-sol yang berusia 17 tahun itu, mengatakan ia berharap kelak semenanjung Korea dapat kembali bersatu.

Ia adalah anak dari putra tertua Jong-il, Jong-nam yang 'dibuang' oleh sang ayah setelah berusaha memasuki Jepang pada 2001 dengan paspor palsu dan berkunjung ke Disneyland.

Kim lahir di Pyongyang, Korea Utara tetapi ia pindah ke Makao beberapa tahun kemudian sebelum melanjutkan sekolah ke Mostar, Bosnia hingga kini.

Kehidupan di luar Korea Utara membuat Kim memiliki pemikiran dan penampilan yang berbeda dari sang paman.

Ia mengatakan kehidupannya di Pyongyang sangat terisolir dan ia hanya tinggal di rumah dengan sang ibu dan ia tidak pernah sekali pun bertemu dengan Kim Jong-il.

kim jong un

Kim menyebut sang paman, Kim Jong-un, sebagai diktator

"Saya selalu ingin bertemu kakek, karena saya ingin tahu dia orang seperti apa," kata Kim.

"Saya selalu menunggunya hingga ia meninggal dunia dan berharap ia akan mencari saya, karena saya benar-benar tidak tahu apakah ia tahu bahwa saya ada," kata Kim.

Menjawab pertanyaan kenapa sang ayah 'dilompati' dan kekuasaan justru diberikan pada adiknya, Kim Jong-un.

"Ayah saya tidak tertarik pada politik," kata dia. "Mengenai paman saya [Jong-un], saya tidak tahu kenapa ia menjadi diktator, itu adalah antara dia dan kakek saya."

Kim mengatakan sahabat-sahabatnya kebanyakan berkebangsaan Korea Selatan dan Amerika Serikat.

"Awalnya memang canggung tetapi perlahan kami mulai saling memahami," kata dia.

"Sekarang kami berteman dekat dan kami bepergian bersama, dan hal itu sangat menyenangkan. Sayang sekali saya tidak bisa mengunjungi Korea Selatan."

Usai menyelesaikan sekolah, Kim mengatakan ia ingin menjadi sukarelawan dan bekerja untuk misi kemanusiaan yang bertujuan "membangun perdamaian."

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.