PM David Cameron dinilai tak pahami Twitter

Terbaru  21 Oktober 2012 - 18:43 WIB
David Cameron

Dalam setengah bulan PM Cameron mendapatkan 133.000 pengikut.

Perdana Menteri Inggris, David Cameron, dianggap tidak memahami media sosial Twitter.

"Bagi politisi, Twitter adalah soal pelibatan dan interaksi dengan publik," kata Alastair Campbell, mantan direktur komunikasi mantan PM Inggris, Tony Blair.

Menurut Campbell, pesan-pesan yang ditulis PM Cameron dan timnya di Partai Konservatif tidak mencerminkan interaksi sejati tersebut.

PM Cameron resmi aktif di Twitter pada 6 Oktober lalu dan melalui twit pertama, orang nomor satu di jajaran pemerintah Inggris ini mengatakan, "Memulai Konferensi (Partai Konservatif) dengan (akun) Twitter baru tentang peran saya sebagai pemimpin Konservatif. Saya berjanji tidak akan menghujani (Anda) dengan terlalu banyak twit..."

Di Inggris pengguna Twitter mencapai 10 juta atau lebih banyak dari pembaca media cetak yang jumlahnya sembilan juta.

Pemilu dan media sosial

Campbell mengatakan peran media sosial seperti Twitter akan semakin menentukan di dunia politik di tahun-tahun mendatang.

"Kita tahu bagaimana peran Twitter ketika terjadi revolusi di Dunai Arab dan dalam pemilihan presiden Amerika Serikat sekarang ini," kata Campbell.

Mau tidak mau, masih kata Campbell, semua partai politik harus memahami Twitter.

"Sayangnya semua partai di Inggris saat ini belum paham betul apa itu Twitter," kata Campbell.

Ia memperkirakan peran Twitter akan makin penting di pemilihan umum di Inggris pada 2015 nanti.

"Inilah pemilu media sosial pertama dalam sejarah Inggris," ujar Campbell.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.