Tak kurang 2,55 juta warga Korsel kecanduan ponsel

Terbaru  28 November 2012 - 17:25 WIB
Ponsel pintar

Sekolah mewajibkan semua siswa menyerahkan ponsel selama jam belajar.

Park Jung-in, gadis Korea Selatan berusia 11 tahun, tidur dengan ponsel pintar Android.

Begitu ia bangun di pagi hari, hal pertama yang ia lakukan adalah mengecek pesan dari teman-temannya.

"Saya resah setiap kali melihat baterai turun di bawah 20%," ungkap Park kepada kantor berita AP.

"Saya juga resah bila tidak segera menemukan WiFi," tambahnya.

Telepon genggam menjadi alat bagi Park untuk berkomunikasi dengan temannya. Sepanjang hari ia menerima dan mengirim pesan dan setiap satu jam sekali memberi makan tikus piaraan digital di ponselnya.

Park Jung-in tidak sendirian. Survei pemerintah yang diumumkan beberapa waktu lalu menyebutkan, dari total 50 juta penduduk, terdapat tidak kurang dari 2,55 juta warga yang kecanduan ponsel pintar.

Penyuluhan internet

"Saya resah setiap kali melihat baterai turun di bawah 20%."

Park Jung-in

Mereka ini aktif memakai ponsel lebih dari delapan jam setiap hari.

Kecanduan Park Jung-in sebenarnya tidak terlalu parah. Ia masih aktif di kelas dan sering bertemu dengan teman-temannya di dunia nyata.

Tapi hasil tes menunjukkan ada kecenderungan ia makin sering memakai ponsel.

Gejala ini muncul mungkin akibat dari tingginya tingkat koneksi internet di Korea Selatan.

Sekitar 98% rumah tangga memiliki sambungan internet berkecepatan tinggi dan hampir dua pertiga warga memiliki ponsel pintar, menjadikan Korea Selatan negara paling maju untuk urusan sambungan ke internet.

Kecanduan telepon genggam belum digolongkan sebagai kelainan mental, namun para pakar menyerukan agar kecanduan ini diperlakukan sebagai penyakit, bukan persoalan sosial.

Pemerintah Korea Selatan kini mempertimbangkan untuk memberi penyuluhan kepada anak-anak tentang cara-cara menggunakan ponsel dan memanfaatkan internet secara bijak.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.