Aburizal Bakrie bukan lagi orang terkaya di Indonesia

Terbaru  29 November 2012 - 16:25 WIB
Pengusaha sekaligus calon presiden dari Partai Golkar, Aburizal Bakrie, untuk pertama kalinya dalam enam tahun tidak lagi tercantum dalam daftar 40 orang terkaya di Indonesia.   Daftar yang dikeluarkan oleh majalah bisnis Forbes itu menobatkan pengusaha tembakau dan pertambangan Budi serta Michael Hartono dengan total kekayaan $15 miliar.   Menurut Forbes, menipisnya pundit-pundi Bakrie diakibatkan oleh strategi peningkatan aset mereka, yang meliputi perusahaan produsen batu bara Bumi Resources, untuk mendapatkan pinjaman yang kerap berujung dengan ketidakmampuan mereka membayar kembali hutang itu ketika harga saham anjlok.   Saham Bumi Plc yang didirikan Bakrie dengan pewaris pengusaha bank Inggris Nathaniel Rotschild terdaftar di bursa efek London pada 2011, kini  harganya merosot 70%. Saat ini keluarga Bakrie terlibat konflik dengan Rotschild menyangkut mismanajemen.  Badan riset Independent Research & Advisory Indonesia mengatakan bahwa berdasarkan riset, 10 perusahaan yang terafiliasi dengan Bakrie memiliki utang $7,84 miliar.  Meski pun demikian, patut diingat bahwa Bakrie berhasil bertahan menghadapi krisis finansial Asia pada 1998 dan 2008. Sementara itu, total aset 40 orang terkaya Indonesia tahun ini mencapai $88,6 miliar atau menunjukkan kenaikan 4% dari tahun lalu.  Orang terkaya kedua versi Forbes adalah Eka Tjipta Widjaja dengan kekayaan $7,7 miliar dan ketiga adalah Susilo Wonowidjojo dengan aset $7,4 miliar.  Empat nama baru tercantum dalam daftar, yaitu Lim Hariyanto Wijaya Sarwono. Lim membuat debutnya di daftar Forbes setelah mendaftarkan perusahaan perkebunan Bumitama Agri, di Singapura.   Tiga pendatang baru lainnya adalah Alexander Tedja, pemilik pusat perbelanjaan terbesar di Jawa Timur, Sudhamek yang mengelola perusahaan Garudafood dan Eddy Kusnadi Sariaatmaja pemilik perusahaan media Emtek yang memiliki SCTV dan Indosiar.

Pengusaha sekaligus calon presiden dari Partai Golkar, Aburizal Bakrie, untuk pertama kalinya dalam enam tahun tidak lagi tercantum dalam daftar 40 orang terkaya di Indonesia.

Daftar yang dikeluarkan oleh majalah bisnis Forbes itu menobatkan pengusaha tembakau dan pertambangan Budi serta Michael Hartono dengan total kekayaan $15 miliar.

Menurut Forbes, menipisnya pundi-pundi Bakrie diakibatkan oleh strategi peningkatan aset mereka, yang meliputi perusahaan produsen batu bara Bumi Resources, untuk mendapatkan pinjaman yang kerap berujung dengan ketidakmampuan mereka membayar kembali hutang itu ketika harga saham anjlok.

Saham Bumi Plc yang didirikan Bakrie dengan pewaris pengusaha bank Inggris Nathaniel Rotschild terdaftar di bursa efek London pada 2011, kini harganya merosot 70%. Saat ini keluarga Bakrie terlibat konflik dengan Rotschild menyangkut mismanajemen.

Badan riset Independent Research & Advisory Indonesia mengatakan bahwa berdasarkan riset, 10 perusahaan yang terafiliasi dengan Bakrie memiliki utang $7,84 miliar.

Tiga pendatang baru

Meski pun demikian, patut diingat bahwa Bakrie berhasil bertahan menghadapi krisis finansial Asia pada 1998 dan 2008.

Sementara itu, total aset 40 orang terkaya Indonesia tahun ini mencapai $88,6 miliar atau menunjukkan kenaikan 4% dari tahun lalu.

Orang terkaya kedua versi Forbes adalah Eka Tjipta Widjaja dengan kekayaan $7,7 miliar dan ketiga adalah Susilo Wonowidjojo dengan aset $7,4 miliar.

Empat nama baru tercantum dalam daftar, yaitu Lim Hariyanto Wijaya Sarwono. Lim membuat debutnya di daftar Forbes setelah mendaftarkan perusahaan perkebunan Bumitama Agri, di Singapura.

Tiga pendatang baru lainnya adalah Alexander Tedja, pemilik pusat perbelanjaan terbesar di Jawa Timur, Sudhamek yang mengelola perusahaan Garudafood dan Eddy Kusnadi Sariaatmaja pemilik perusahaan media Emtek yang memiliki SCTV dan Indosiar.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.