Video Pussy Riot digolongkan 'ekstremis'

Terbaru  29 November 2012 - 18:23 WIB
Pussy Riot

Lagu Pussy Riot yang dibawakan di katedral Moskow dianggap mengecam Vladimir Putin.

Pengadilan Rusia menetapkan bahwa video pertunjukan band punk Pussy Riot sebagai film "ekstremis" dan memerintahkan pembatasan akses ke film-film kelompok band itu.

Pengadilan di Moskow menetapkan pada Kamis (29/11) bahwa video-video Pussy Riot, termasuk video terkenal "Punk Prayer" yang ditampilkan di sebuah katedral di Moskow, adalah "ekstremis".

Hakim juga melarang video Pussy Riot di situs-situs internet.

Lagu "Punk Prayer" dianggap kritis terhadap Vladimir Putin dan menyebabkan tiga anggota band dinyatakan bersalah melakukan hooliganisme dengan motif kebencian agama.

Daftar hitam

Dua orang di antara mereka dijatuhi hukuman dua tahun penjara setelah pertunjukan mereka pada Februari 2012. Anggota ketiga dijatuhi hukuman percobaan.

Para pendukung Pussy Riot mengatakan hukuman terhadap anggota kelompok band punk bermotif politik.

Keputusan pengadilan hari ini sesuai dengan tuntutan jaksa yang mengatakan bahwa berdasarkan pendapat ahli linguistik video tersebut menyinggung perasaan.

Materi yang dikategorikan "ekstremis" dimasukkan ke dalam daftar hitam Kementerian Kehakiman Rusia.

Sejauh ini terdapat sekitar 1.500 barang atau hal yang masuk ke dalam daftar hitam, sebagian besar ada hubungannya dengan kelompok-kelompok ultranasional atau agama terlarang.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.