Sri Lanka berencana beli minyak Irak

Terbaru  2 Desember 2012 - 18:07 WIB
Kilang minyak di Iran

Sebanyak 92% kebutuhan minyak Sri Lanka dipasok oleh Iran.

Sri Lanka akan membeli minyak dari Irak setelah Amerika Serikat memberlakukan sanksi baru terhadap Iran, negara pemasok utama bagi Sri Lanka.

Media Sri Lanka melaporkan negara itu kesulitan membeli minyak dari Iran sehingga mencari sumber alternatif dengan membeli minyak dari Irak.

"Minyak di Irak utara mirip dengan minyak Iran dan pengilangannya bisa dilakukan di dalam negeri sehingga akan menekan biaya impor bagi produk yang telah dikilang," kata Menteri Luar Negeri Sri Lanka, Karunatillaka Amunugama, seperti dikutip sejumlah media.

Karunatillaka Amunugama menambahkan pihak berwenang sedang merampungkan rincian rencana pembelian minyak Irak.

Selama ini 92% kebutuhan minyak mentah Sri Lanka dipasok oleh Iran.

Pasokan dikhawatirkan tidak akan stabil setelah Senat AS pekan lalu menyetujui sanksi ekonomi baru atas Iran dengan tujuan melumpuhkan sektor energi, jasa pelayaran dan jasa pelabuhan.

Sebelumnya pemerintah Sri Lanka mengumumkan rencana untuk membeli minyak mentah dari Arab Saudi dan Oman.

Amerika Serikat menerapkan sanksi baru terkait kekhawatiran bahwa Iran akan meneruskan program nuklir meskipun dikenai sejumlah sanksi sebelumnya.

Pemerintah Iran menegaskan program nuklir itu digunakan untuk kepentingan sipil dan sejauh ini menolak menghentikan pengayaan uranium.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.