Sekolah di Thailand tutup karena dua guru ditembak

Militer mengawal parade siswa sekolah di Thailand
Image caption Kekerasan di Provinsi Narathiwat juga berdampak pada penyelenggaraan pendidikan.

Sekitar 380 sekolah di Provinsi Narathiwat, Thailand Selatan, akan tutup selama dua hari mulai Kamis 6 Desember, setelah penembakan dua guru pada pekan ini.

Penutupan itu diputuskan oleh Ketua Konfederasi Guru Narathiwat, Sanguan Intarak, setelah pertemuan antara sesama guru sehari sebelumnya yang membahas keamanan di kawasan bergejolak tersebut.

Selama penutupan itu, perwakilan guru juga akan berunding dengan Menteri Pendidikan, Pongthep Thepkanchana, yang sedang berkunjung ke sana.

"Tidak cukup petugas keamanan untuk melindungi keamanan guru, khususnya di sekolah-sekolah yang berada di kawasan pinggiran," tutur Sanguan Intarak seperti dikutip situs internet Bangkok Post.

Pekan lalu seluruh 332 sekolah di provinsi tetangga , Pattani, tutup selama sepekan karena alasan keamanan dan baru dibuka kembali Senin 3 Desember setelah keamanan ditingkatkan.

Dua penembakan

Image caption Kekerasan di Thailand selatan sudah menewaskan lebih dari 3.500 jiwa.

Seorang guru, Chatsuda Nilsuwan, tewas ditembak ketika meninggalkan sekolah, Senin 3 November. Perempuan berusia 32 tahun itu menjadi guru yang ke-155 yang tewas di kawasan Thailand selatan sejak maraknya kekerasan antara aparat pemerintah dengan kelompok militan Islam sembilan tahun lalu.

Sehari kemudian, seorang guru lain -Thirapol Chusaongsaeng yang berusia 52 tahun- juga ditembak dan menderita cedera.

Sanguan Intarak mengatakan bahwa guru-guru beragama Buddha yang mengajar di tempat-tempat berisiko tinggi akan dipindahkan ke wilayah yang lebih aman.

Kelompok militan melihat sistem pendidikan sebagai upaya pemerintah Bangkok untuk menerapkan budaya Buddha di Thailand selatan, yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

Bagaimanapun guru-guru yang mengajar di sekolah-sekolah nonagama juga menjadi sasaran karena mereka dianggap sebagai lambang dari perwakilan pemerintah pusat.

Kekerasan di Thailand selatan hingga saat ini diperkirakan menyebabkan korban jiwa 5.300 lebih, baik dari umat Buddha maupun Islam.

Berita terkait