Perokok ringan hadapi risiko kematian mendadak

Perokok perempuan
Image caption Risiko kematian mendadak berkurang bila perempuan berhenti merokok di bawah usia 30.

Perokok ringan perempuan, termasuk mereka yang hanya merokok satu sehari, memiliki risiko kematian mendadak dua kali lipat, menurut satu penelitian.

Studi tersebut meneliti 101.000 perawat Amerika Serikat dalam tiga puluh tahun terakhir.

Perokok ringan sampai sedang -antara satu sampai 14 batang rokok sehari- menghadapi risiko dua kali lipat meninggal mendadak akibat gangguan jantung dibandingkan mereka yang tidak pernah merokok sama sekali.

Namun risiko bagi mereka yang berhenti merokok juga menurun selama beberapa tahun, menurut penelitian yang diterbitkan di Asosiasi Jantung Amerika.

Mereka yang berusia 35 tahun atau lebih muda, kematian mendadak disebabkan karena gangguan jantung turunan.

Namun bagi mereka yang berusia lebih tua, seperti yang ditemukan dalam penelitian terhadap para perawat, kematian mendadak merupakan pertanda awal penyakit jantung koroner, yang terjadi akibat pembunuh jantung tertutup tumpukan lemak.

Peringatan bagi perokok perempuan

Dari 315 kasus kematian mendadak, 75 di antaranya adalah mereka yang masih merokok, sementara 148 orang adalah mereka yang sudah berhenti merokok atau baru berhenti.

Sekitar 128 kasus meninggal mendadak lainnya adalah mereka yang tidak pernah merokok.

Dengan mempertimbangkan petanda gangguan jantung seperti tingginya tekanan daerah, kolesterol dan sejarah dalam keluarga, Dr. Roopinder Sandhu dan koleganya menemukan bahwa wanita yang merokok dua kali berisiko meninggal mendadak.

Dr Sandhu dari Universitas Alberta, Kanada, mengatakan, "Studi ini merupakan peringatan bagi perempuan bahwa berhenti merokok itu penting. Keuntungannya adalah mengurangi risiko gangguan penyakit jantung."

"Mungkin sulit untuk berhenti merokok. Mungkin tidak bisa dicapai begitu mencoba satu kali."

Penelitian baru-baru ini yang diterbitkan jurnal ilmiah Lancet menunjukkan, 1,2 juta perempuan yang berhenti merokok pada usia 30 tahun hampir pasti terhindari dari risiko meninggal muda akibat penyakit terkait rokok.

Berita terkait