Quran dari abad kedelapan diterbitkan di internet

Quran kuno
Image caption Quran kuno ini termasuk dari ribuan manuskrip keagamaan yang diterbitkan Universitas Cambridge.

Versi digital manuskrip kuno keagamaan, termasuk Sepuluh Perintah Tuhan dan Quran dari abad kedelapan untuk pertama kalinya diterbitkan.

Universitas Cambridge, Inggris, menerbitkan dokumen keagamaan itu melalui perpustakaan digital.

Tujuan penerbitan manuskrip ini adalah agar 25.000 dokumen dan foto dokumen keagamaan ini dapat dilihat publik melalui internet.

Sebagian besar manuskrip yang diterbitkan termasuk dokumen penting dari Yudaisme, Kristen, Islam, Buddha dan Hindu.

Manuskrip lain termasuk dokumen penting dalam bidang politik, budaya, dan sejarah.

Dr James Aitken, dosen kajian Injil di Universitas Cambridge mengatakan dokumen yang diterbitkan itu sangat penting artinya.

Quran dari abad ke-8

"Hal penting tentang manuskrip-manuskrip ini - bilapun tidak ada yang bisa membacanya- adalah dokumen ini menggambarkan apa yang dilakukan orang pada zaman dulu," kata Aitken kepada BBC.

"Sebagian dilengkapi dengan gambar dan sebagian berupa surat dan dokumen yang ditulis rakyat biasa. Jadi dokumen ini menggambarkan apa yang terjadi dalam kehidupan di masa lalu," tambahnya.

Dokumen yang disebut koleksi Kairo Genizah menggambarkan kehidupan sehari-hari komunitas Yahudi di Mesir dalam jangka waktu seribu tahun terakhir.

Perpustakaan digital - dengan alamat cudl.lib.cam.ac.uk- ini juga mulai menerbitkan versi koleksi Islam dan Sansekerta.

Koleksi manuskrip Islam termasuk lembaran ayat-ayat Quran dari abad ke-8 yang masih dapat diselamatkan.

Koleksi terbaru di perpustakaan digital ini merupakan tambahan dari penerbitan manuskrip dan catatan Isaac Newton tahun lalu.

Berita terkait