Jenazah perawat Kate dibawa ke India

  • 16 Desember 2012
Keluarga Saldanha
Keluarga Saldanha mendampingi jenazah hingga pemakamannya di India.

Jenazah perawat Duchess of Cambridge yang tewas bunuh diri setelah aksi telpon bohong penyiar radio asal Australia, Jacintha Saldanha telah diterbangkan ke India untuk dimakamkan.

Suami dan dua anak Saldanha ikut mendampingi penerbangan jenazahnya menuju wilayah Manggalore, India.

Sebelumnya Saldanha ditemukan tewas pada 7 Desember lalu di kediamannya yang berada tidak jauh dari RS RS King Edward VII tempat dia bekerja.

Sehari sebelum dia tewas, Saldanha sempat menerima telepon dari dua penyiar asal Australia yang berpura-pura menjadi Ratu Elizabeth II dan Pangeran Charles dengan tujuan mendapat informasi tentang kondisi kehamilan Duchess of Cambridge atau Kate Middleton.

Saat telepon itu datang pada pagi hari tidak ada resepsionis yang bertugas dan Jacintha Saldanha yang pertama menerima telepon dan menyerahkan ke rekannya yang secara detil memberi informasi kesehatan ke penyiar.

Pihak rumah sakit sendiri telah mengatakan bahwa manajer di tempat itu telah mencoba menyakinkan kepada Saldanha dalam sejumlah kesempatan bahwa tidak ada yang perlu disalahkan akibat diterimanya telepon bohong tersebut.

Dihadiri ribuan orang

Sementara itu Rhys Holleran, yang merupakan kepala eksekutif perusahaan yang memiliki stasiun radio di Sydney 2Day FM, mengatakan bahwa penyiarnya Mel Greig dan Michael Christian"merasa hancur" atas kematian perawat Jacintha Saldanha, yang berusia 46 tahun.

Pihak keluarga sempat menggelar misa di Kathedral Westminster, London untuk mendoakan jenazah Saldanha sebelum dibawa ke India.

Dalam pernyataan dukanya kedua anak Saldanha mengatakan bahwa kepergian Saldanha tidak bisa tergantikan.

Hal serupa juga disampaikan oleh suami Saldanha, Benedict Barboza.

"Rumah kami kini terasa kosong tanpa kehadiranmu," kata Barboza.

Upacara pemakaman Saldanha di India rencananya akan berlangsung pada hari Senin di kota Shirva, Karnataka.

Pendeta William Menezes yang bertugas di Keuskupan Mangalore kepada AFP mengatakan pemakaman akan berlangsung pada pukul 16.00 waktu setempat.

Kepolisian menjelaskan kemungkinan akan ada sekitar 5000 orang yang menghadiri acara pemakaman tersebut.

Kasus meninggalnya Saldanha mendapat perhatian luas dari warga di India khususnya di desa tempat tinggalnya.

Menurut polisi pengamanan di desa tempat tinggal Saldanha telah mendapat penjagaan ketat menjelang acara pemakaman.

Berita terkait