Banjir konser musisi asing berlanjut 2013

  • 21 Desember 2012
sting
Image caption Ribuan penggemar Sting memadati konsernya di Ancol (15/12)

Setelah panggung 50 artis asing tahun ini, musisi luar negeri masih akan terus berdatangan tahun depan.

Panggung konser musisi asing menjadi pertunjukan yang bisa disaksikan hampir tiap pekan pada kwartal terakhir tahun ini.

Nama-nama musisi tersohor seperti David Foster, Jennifer Lopez, trio Boyz II Men datang dalam tempo berdekatan sejak November.

Jangan lupa bulan ini juga ada Sting serta Guns and Roses. Pentas Axl Rose dan kawan-kawan hanya berselang satu hari dari jadwal semula yang kebetulan jatuh di malam yang sama dengan konser Sting.

Pada awal tahun, panggung juga meriah oleh lawatan bertubi-tubi artis musik dunia. Penggemar R&B disuguhi penampilan Stevie Wonder yang memukau selama hampir tiga jam sebagai puncak perhelatan tahunan Java Jazz Festival.

Sementara untuk penikmat musik dansa, Jakarta didatangi oleh salah satu peramu musik elektronik (DJ) paling terkenal di dunia, David Guetta. Guetta berhasil memanaskan Jakarta dengan lebih dari 15 ribu penonton.

“Tahun ini ada limapuluhan konser artis asing, jadi memang terasa sekali ramainya,” kata Willy Hidayat dari Aletta Concert/Trilogy Live yang antara lain memboyong Boyz II Men, David Cook, dan Gym Class Heroes saat diwawancarai untuk program Info Musika Radio BBC Indonesia.

Willy yang baru mulai tahun lalu mendirikan Aletta Concert mengatakan animo publik Indonesia, terutama Jakarta, untuk mendatangi panggung konser musisi asing masih sangat besar.

“Dulu ibaratnya nonton musisi asing tiketnya harus disimpan karena collectible, sekarang udah kayak nonton bioskop saja,” tambahnya tergelak.

Willy memperkirakan dengan memukul rata tiap pertunjukan ditonton oleh 5000 orang, meski ada juga konser yang bahkan ditonton hingga 30 ribu fans, maka dalam setahun panggung-panggung ini mampu menyedot seperempat juga orang.

“Memang publik Jakarta itu haus hiburan. Selama ini untuk konser artis terkenal mereka masih sering harus ke Singapura, sekarang tidak perlu lagi jadi konser memang pasti selalu diminati,” komentar Cheri Ibrahim dari Dyandra Production.

Dyandra yang tadinya dikenal sebagai nama yang sinonim dengan pameran skala besar, kini melirik pula panggung musik melihat animo massa.

“Kami bikin divisi baru untuk entertainment/showbiz. Kita mulai dari konser Erwin Gutawa dan akhirnya kita mau seriusinlah,” kata Cheri.

‘Destinasi wajib’

Meski gegap gempita, industri konser musisi artis internasional menurut para promoter juga menghadapi banyak kendala.

“Secara infrastruktur tidak banyak venue yang memenuhi syarat untuk sebuah konser dengan kapasitas tempat duduk dan akustik yang memadai,” keluh Willy.

Penonton juga kerap mengeluhkan harga tiket yang seringkali bahkan lebih tinggi dibanding harga pertunjukan serupa di Singapura atau Hongkong.

Menurut Willy bisnis konser yang sedang hangat di Indonesia menyebabkan munculnya banyak promoter baru yang sering menyasar target yang sama.

“Sementara kita disini belum ada patokan harga untuk artis kelas A misalnya, yang berminat banyak sekali. Jadinya jatuhnya harganya mahal, lebih tinggi dari di negara lain. Nah ini dibebankan pada fans, sehingga harga (tiket)nya mahal.”

Pertunjukan JLo yang diusung BIG Daddy akhir bulan lalu, bisa ditonton degan tiket seharga antara Rp800 ribu sampai Rp3,5 juta. Perempuan keturunan latin itu sukses menyedot animo 10 ribu pengundung.

Tiket pertunjukan Boyz II Men dijual paling murah Rp500 ribu sampai Rp5 juta. Tiga vokalis kulit hitam ini juga ditonton oleh 10 ribu fans.

Panggung paling padat penonton adalah konser keroyokan artis-artis Korea Selatan yang sedang naik daun pada September lalu. Konsert SM Town disaksikan sekitar 30 ribu penggemar yang mengelu-elukan idola mereka dari awal sampai akhir.

Sambutan histeris penonton, ditambah kemampuan mereka menghafal lagu dan menyanyi bersama ini sempat membuat David Foster terheran-heran.

Sudah tiga kali manggung di Jakarta sejak 2010, Foster tampil di Ancol November lalu yang dipromotori Dyandra Production dan merasa perlu mengetes fans mengikuti lirik lagunya.

I need to test you more, I bet you don’t know this one….,” katanya sambil mulai memainkan intro sebuah lagu dengan piano.

Foster salah. Penonton dengan mudah menebak, dengan ikut menyanyi, lagu yang berjudul Just Say You Love Me itu. Foster tertawa sambil geleng-geleng kepala.

Intinya baik Amerika, Eropa maupun Asia, semuanya diminati oleh publik Jakarta. Karena itu tidak mengherankan kalau manajemen artis tersebut kini sangat berminat mampir ke Indonesia.

“Kalau sepengetahuan saya dari ngobrol-ngobrol dengan promoter atau manajer artis Amerika maupun Eropa, memang Indonesia sudah jadi destinasi wajib. Setelah Singapura, pasti Jakarta,” kata Cheri Ibrahim.

Dengan modal Rp5 sampai 20 miliar, pertunjukan bisa dihelat dengan jaminan hampir pasti balik modal.

“Artis yang kecil pun, yang enggak kita kenal bahkan, dapat lah 2-3 ribu (penonton),” tambah Cheri meyakinkan.

Image caption Konser Boys to Men di Jakarta 11 Desember 2012

Tahun 2013

Yang jadi salah satu sorotan dari panggung konser tahun 2012 adalah gagal manggungnya sejumlah nama beken, termasuk Lady Gaga.

Perempuan asli Italia itu mulanya sudah yakin akan mampir menyanyi di Jakarta dalam rangkaian tur dunianya akhir Mei lalu, tetapi dengan alasan keamanan tiba-tiba mengumumkan pembatalan.

Sejumlah media menulis panggung Gaga termasuk konser paling diminati di dunia, dan karena itu paling mahal, karena popularitasnya yang sedang memuncak.

Ongkos menggaet sang Lady untuk manggung diperkirakan berkisar pada Rp20 miliar, sehingga bisa dibayangkan besarnya kerugian promoter BIG Daddy karena sang bintang urung manggung.

Tetapi tak ada promoter yang kapok. Sebagian besar justru sudah mengantongi kontrak konser besar berikut tahun depan. Dyandra Production yakin, animo pada konser musik belum habis.

“Berlanjut pasti ke 2013, karena dibantu dengan berbagai informasi yang cepat dan maju sekali sehingga terasa hype-nya juga akan sangat berpengaruh pada konser musik,” kata Cheri Ibrahim.

Dyandra sudah siap mengumumkan daftar konsernya untuk 2013 pada Januari atau Februari, yang akan terdiri dari sejumlah artis A-list, ditambah konser untuk artis Korea/Jepang/Taiwan yang juga sedang banyak diminati.

“Nanti kita umumkan lah, sekarang belum final,” kata Cheri.

Sementara Aletta sementara ini menurut Willy Hidayat sudah mengantongi kontrak dengan empat musisi asing, namun menolak menyebut nama dan waktu panggung mereka.

Yang jelas menurutnya 2013 akan diwarnai oleh pertunjukan panggung yang tak meriah dari sekarang.

“2013 akan ada promotor-promotor baru muncul, meski ada juga yang saya dengar sudah tumbang. Tapi yang tumbang ini akan ketutup oleh promotor-promotor baru juga.”

Berita terkait