Game online jadi sarang penjahat seks

  • 24 Desember 2012
computer

Ratusan akun permainan online yang digunakan oleh penjahat seks terdaftar dibekukan di AS.

Lebih dari 2.100 akun ditutup sebagai bagian dari Operation Game Over yang dilakukan oleh jaksa agung New York.

Mereka dapat menyasar akun-akun itu karena penjahat seks terdaftar diminta untuk menyerahkan detail nama samaran mereka di dunia online.

Blizzard, Microsoft, Sony, NCSoft dan banyak perusahaan game lainnya mendukung operasi yang bertujuan untuk melindungi anak-anak itu.

"Internet adalah lokasi kejahatan di abas ke-21 dan kita harus memastikan bahwa platform video game online tidak menjadi taman bermain digital bagi pemangsa-pemangsa yang berbahaya," kata jaksa agung New York Eric Schneiderman dalam sebuah pernyataan.

Schneiderman mengatakan tindakan itu akan membuat komunitas game online sebagai tempat yang aman bagi anak-anak. Banyak orang tua tidak mengetahui, kata dia, bahwa platform game online dan layanannya mengizinkan para pemain saling berkomunikasi secara anonim.

Namun ia menambahkan, penjahat telah menggunakan fasilitas ini sebelumnya untuk "mengasuh" anak-anak yang kemudian mereka lecehkan.

Undang-Undang Pengamanan Elektronik dan Perburuan Pemangsa Online yang dikenal dengan e-STOP menuntut penjahat seks untuk memberitahu negara bagian alamat email, nama login, identitas layar dan nama-nama samaran yang mereka gunakan di online.

Data itu kemudian diserahkan pada perusahaan game dan web yang telah sepakat bergabung dengan program ini.

Akun di Xbox Live, Playstation Network, World of Warcraft, Guild Wars, Gaia Online dan banyak lainnya telah dihapus sebagai akibat dari undang-undang ini.

Berita terkait